Wanita Ini Sulap Akar Kayu Menjadi Karya Seni Bernilai Tinggi Ginarti Wijaya bersama putrinya tercinta di Galeri Tunggul Kawung Wijaya, Jalan Kampung Sawah, Cilodong, Depok, Jawa Barat. (Foto: MerahPutih/Noer Ardiansjah)

Membatik, menenun, menyulam serta beberapa kegiatan kerajinan tangan ringan pasti bisa dikerjakan perempuan. Namun, bagaimana dengan memahat kayu? Apakah mungkin dikerjakan kaum hawa? Itulah yang kemudian dijawab oleh perempuan berjilbab bernama Ginarti Wijaya (38).

Ibu dari satu anak ini ternyata mampu mengerjakan pekerjaan seni kaum adam. Keahliannya mengukir dan memahat kayu tak perlu diragukan lagi. Puluhan jenis ukiran karya seni tangannya sudah tak terhitung dan beredar di sejumlah wilayah.

Kesenian yang dipilih Ginarti bukan seni yang biasa pada umumnya. Mengukir pada media akar kayu pohon, memang memiliki tingkat kesulitan dan butuh keahlian khusus. Selain itu juga butuh ketelitian, kecermatan, dan konsep yang matang, agar bisa membentuk sebuah rupa yang artistik.

“Ini dunia saya. Dan dari sini saya bisa membantu perekonomian keluarga. Saya sudah lama menekuni seni memahat akar pohon. Memang kalau dilihat pekerjaan ini pasti tidak bisa dilakukan perempuan, tetapi coba saya buktikan,” kata Ginarti di rumahnya Jalan Kampung Sawah, Cilodong, Depok, Jawa Barat, kepada merahputih.com, Rabu (8/3).

Puluhan balok dan akar kayu pun menumpuk di samping rumah miliknya. Meski terlihat sedikit kumuh, di galeri milik Ginarti yang bernama Galeri Tunggul Kawung Wijaya, telah melahirkan karya-karya bernilai estetika tinggi.

CGinarti Wijaya bersama putrinya tercinta di Galeri Tunggul Kawung Wijaya, Jalan Kampung Sawah, Cilodong, Depok, Jawa Barat. (Foto: MerahPutih/Noer Ardiansjah)

“Ini rumah sekaligus galeri untuk hasil karya seni saya yang telah selesai dikerjakan serta dijual. Memang terlihat jorok, tetapi inilah yang saya punya untuk berteduh dari hujan dan panas. Saya, suami, dan anak tinggal di galeri ini bersama setiap hari,” paparnya.

Ginarti menekuni seni kriya ini sejak tahun 2009. Dengan memanfaatkan akar kayu yang masih dalam kondisi baik, ia menyulap barang yang tak bernilai menjadi istimewa. “Daripada dibuang mending dijadikan kerajinan tangan yang bisa dijual. Toh, modalnya tidak terlalu mahal,” katanya.

Beberapa tokoh penting di Indonesia juga banyak yang menyukai karya-karya seni tangan Ginarti. “Pak Prabowo salah satunya. Dan masih banyak tokoh Indonesia yang saya lupa namanya,” jelas Ginarti.

Adapun dengan harga karya seninya, Ginarti sebut pernah menyentuh angka yang cukup fantastis, yautu sebesar Rp95 juta per-karya. “Alhamdulillah. Dan itu yang beli adalah Pak Prabowo pada tahun 2011,” ucapnya.

Karena itu, Ginarti berharap untuk masa mendatang karyanya dapat dinikmati masyarakat luas dan juga masyarakat Internasional.



Noer Ardiansjah

YOU MAY ALSO LIKE