Indonesiana Tradisi

Wahanten Girang, Kerajaan Sunda yang Direbut Kesultanan Banten

Wahanten Girang, Kerajaan Sunda yang Direbut Kesultanan Banten

Banten, dahulu merupakan Kesultanan Islam yang pernah mencapai puncak kejayaannya. Berdiri pada tahun 1526 setelah Kerajaan Wahanten Girang yang merupakan Kerajaan Sunda ditaklukan atas bantuan dua tokoh lokal yakni Ajar Jong dan Ajar Ju.

Wahanten Girang, yang peninggalannya berada di Kampung Telaya,Desa Sempu, Kota Seran, diyakini oleh FDK Bosch dan Claude Guillot berdiri pada tahun 932 Masehi. Hal tersebut ditafsirkan keduanya berdasarkan Prasasti Kebon Kopi II dan temuan-temuan berupa benda-benda yang ditemukannya di lokasi tersebut.

Masih berdasarkan Claude Guillot, situs Wahanten Girang merupakan situs pemukiman/perkotaan, dilihat dari struktur pertahanan parit dan dinding tanah dengan pola yang tidak teratur, model pertahanan yang sama digunakan di daerah Melayu, Lobuh Tua, Pugung Raharjo, Negarasaka, dan Benteng Sari (Lampung). Sistem yang diperkirakan digunakan pada abad 10-16.

Peta Wahanten Girang, dipajang di kompleks makam Ajar Jong dan Ajar Ju (Ki Mas Jong dan Ki Mas Ju) tak jauh dari Goa Pertapaan (MP/Sucitra)
Peta Wahanten Girang dipajang di kompleks makam Ajar Jong dan Ajar Ju (Ki Mas Jong dan Ki Mas Ju) tak jauh dari Goa Pertapaan. (MP/Sucitra)

Informasi tentang situs tersebut juga bisa kita temui di dalam naskah Babad Banten, di mana naskah tersebut bercerita tentang penaklukan seluruh wilayah Banten oleh bala tentara Islam.

Situs Wahanten Girang diduga menjadi pusat kota kerajaan yang mempunyai hubungan khusus dengan situs yang ada di Gunung Pulosari Pandeglang, yang merupakan pusat pemujaan arwah atau roh nenek moyang.

Saat merahputih.com berkunjung ke wilayah situs tersebut, terdapat peta yang memberikan gambaran umum tentang bagaimana peninggalan kerajaan Sunda yang dipimpin oleh raja terakhirnya Prabu Jaya Dewata yang juga kemudian dikenal dengan nama Prabu Pucuk Umun.

Tags Artikel ini

Related artikel

Tranding Tags

Yuk ngobrol dengan kami