Ve Handojo, dari Sinetron hingga Adaptasi Novel Ve Handojo (Foto: Ve Handojo)

Nama Ve Handojo bukan sosok yang asing lagi di dunia perfilman Indonesia. Bagi yang sudah menonton film "Rectoverso" atau "Jatuh Cinta Lagi", di bagian credit title-nya ada Ve Handojo sebagai penulis skenario. Selama berkecimpung di dunia perfilman, ia tentu memiliki banyak pengalaman menarik. Ve membagikan sedikit cerita dalam wawancaranya dengan Merahputih.com berikut.

Sudah berapa lama Ve berkecimpung di dunia ini?

"Saya sih sudah lama, nulis skenario sinetron sejak 2000, film sejak 2001. Sekarang masih nulis skenario film, sinetron sudah enggak. Terus saya nulis yang lain juga, nulis artikel majalah dan segala macam, banyak banget. Di situ saya bersinggungan dengan dunia seni, baik itu seni murni, maupun yang komersial. Tapi kebanyakan yang saya kerjakan itu komersial banget."

Bagaimana proses Anda membuat film?

"Kalau untuk film, rata-rata saya dapat kayak pesanan gitu, seperti misalnya produser datang ke saya, bilang, 'Ve, kita mau bikin film sama si ini, filmnya tentang ini. Ada ide cerita enggak? Kita pikirin bareng-bareng yuk.' Jadi bukan dari sayanya yang tiba-tiba ada ide, ada inspirasi."

Apa proyek film paling seru?

"Yang lumayan personal buat saya mungkin yang terakhir itu, 'Rectoverso', di mana saya ikut menulis skenarionya. Film itu kan ada lima cerita, mestinya tiap cerita itu beda penulis dan beda sutradara. Tapi waktu itu saya dapat dua, salah satunya 'Malaikat Juga Tahu'. Waktu saya baca itu, saya langsung dapat idenya, terus saya bilang sama Dewi (Dewi Lestari, pengarang novel 'Rectoverso' - red.), ‘Dew, ini gue bikin kayak gini ya, ini enggak bakal jadi sama persis kayak buku loe, tapi gue jamin enggak ada yang sadar kalau itu beda.'

Itu sebenarnya eksperimen pribadi saja, tapi karena saya dan Dewi sama-sama ikut workshop tentang adaptasi skenario film, dia sudah paham. Dan ternyata begitu filmnya jadi, enggak ada yang bilang beda, enggak ada yang sadar, padahal itu saya rombak banget. Urutan adegannya, terus di film tiba-tiba dua karakter punya nama, padahal di buku kan enggak ada. Saya sengaja kasih nama Han dan Leia, dapat dari Star Wars: Han Solo dan Leia."

Berarti Ve sebatas memberikan ide, atau sampai proses scriptwriting?

"Saya ikut sampai scriptwriting, semuanya."

Ve Handojo saat ini sedang sibuk mengurus proyek bersama Atreyu Moniaga, seorang seniman dan dosen. Selain itu, ia juga sedang menekuni hobi kopinya dengan membina sekolah kopi dan sebuah coffee shop. Di bidang film, Ve baru saja menandatangani kontrak sebuah proyek film terbaru tentang ahli bedah saraf, yang akan segera ia garap. Wah, enggak sabar lihat hasil jadinya ya, Sahabat Merah Putih?

Anda juga dapat membaca artikel tentang film berikut ini: 5 Rekomendasi Film Terbaru: Scarlett Johansson Hingga Demi Lovato.


Tags Artikel Ini

Irene Gianov

YOU MAY ALSO LIKE