Usai Mendalang Bareng Ki Manteb, Zak Sorga Dapat Tawaran Manggung ke Perancis Zak Sorga, pelestari Wayang Daun. (Foto: MerahPutih/Noer Ardiansjah)

Setelah tahun 2003 berakhir, kreator sekaligus Dalang Wayang Daun, Zak Sorga (40) sering mendapat tawaran manggung ke berbagai tempat, dari mulai Jabodetabek sampai mendalang ke Jawa.

“Sangat ramai waktu itu tawaran yang datang untuk saya. Jika tidak berbenturan dengan pekerjaan, pasti saya ambil. Harus profesional, karena ini menyangkut pekerjaan juga. Setidaknya, kegiatan saya tidak menggangu pekerjaan yang sudah banyak memberikan jasa kepada keluarga besar saya,” katanya kepada merahputih.com di rumahnya, Gang Jirah nomor 20, Depok, Jawa Barat, Senin (6/3).

Pelastari wayang yang mengedukasi karya wayang dengan media daun ini meriwayatkan, tahun 2005 ia mendapat tawaran besar untuk mendalang, alias memainkan Wayang Daun karyanya. Tawaran ini juga merupakan sesuatu yang diidam-idamkan sejak lama. Dan di luar dugaannya, pada pementasannya kala itu ia disandingkan dengan salah seorang dalang ternama di Tanah Air, Ki Manteb Soedharsono.

Dalam pementasan Wayang Daun tersebut, Zak Sorga diminta memainkan kisah perjuangan Indonesia merebut kemerdekaan dari penjajah. Tentu saja, konsep yang matang dan wayang yang apik harus disiapkan jauh-jauh hari oleh alumnus bidang kajian seni di Istitut Kesenian Jakarta (IKJ) tersebut. Dalang nyentrik ini memainkan Wayang Daunnya di Taman Ismail Marzuki (TIM).

Sebelum pagelaran wayang dimulai, Zak Sorga juga sempat terkejut ketika melihat kelebat dalang kondang Ki Manteb Soedharsono melintas dan memasuki ruang ganti. Sebelum dalang kondang itu berdandan, bapak dua anak ini menyempatkan diri untuk berkenalan. Rasa senang pun menyelimuti diri Zak Sorga setelah bertemu dengan dalang idolanya itu.

Tepuk tangan penonton pun menghantarkannya memainkan wayang-wayang daunnya. Pada saat itulah, Zak Sorga seperti sedang bermimpi, karena ternyata pementasan saat itu ia harus berduet dengan dalam kondang Ki Manteb Soedharsono.

“Siapa yang tidak kaget bisa mendalang bersama dengan Ki Manteb? Ini baru pertama kali saya dapatkan saat melestarikan seni wayang yang sudah mau punah di Tanah Air. Ada empat cerita yang kami mainkan, dan semuanya berjalan dengan lancar. Ini yang belum hilang dari ingatan saya,” paparnya.

Usai mengikuti pentas di TIM bersama Ki Manteb, dirinya pun mendapatkan banyak tawaran manggung Wayang Daun ke beberapa kedutaan besar negara lain di Jakarta. Satu per satu perwakilan negara asing yang ada di Indonesia mendatangi Zak untuk mementaskan wayang temuannya itu.

Zak Sorga, pelestari Wayang Daun. (Foto: MerahPutih/Noer Ardiansjah)

“Sudah semua Dubes saya datangi guna memenuhi permintaan mereka untuk menampilkan Wayang Daun. Ini sebuah kebanggaan, orang asing pun tertarik dengan kesinian asli Indonesia,” jelasnya.

Dari pementasan itu, Zak mendapatkan tawaran dari salah satu Duta Besar Perancis yang memintanya untuk mementaskan wayang tersebut ke negara asalnya. Seluruh biaya akomodasi pulang-pergi hingga makan selama di negara fashion tersebut ditanggung.

Ia juga sempat mendapat tawaran untuk mengajar tentang pemahaman budaya Indonesia di salah satu sekolah swasta di Perancis. Namun, karena keinginannya melestarikan budaya sendiri di Tanah Air begitu besar, tawaran tersebut ditolak Zak secara halus.

“Di sini (Indonesia-red) saja saya belum berhasil, kenapa saya harus ke negeri orang? Jadi, jika sudah semua pelestarian budaya bangsa itu sukses, saya baru akan berangkat, tetapi kalau belum, ya, nanti dulu,” katanya.

Hingga saat ini Zak pun masih membina hubungan baik dengan beberapa Dubes. Zak berharap, budaya asli Indonesia bisa go international. Ia juga mengakui bahwa kesenian wayang merupakan karya seni yang adiluhung dan dapat dinikmati oleh seluruh warga negara lain.



Noer Ardiansjah

YOU MAY ALSO LIKE