Ubah Origami Jadi Tiga Dimensi, Komunitas Ini Banjir Pesanan Salah satu hasil karya komunitas Peri Kertas Indonesia. (Foto: MerahPutih/Noer Ardiansjah)

Keterampilan membuat prakarya dari kertas atau origami sebenarnya sudah pernah diajarkan sejak duduk di bangku sekolah dasar. Saat ini, ketrampilan tersebut ternyata bisa menjadi proyek yang menjanjikan. Hal ini yang dirasakan oleh Rauf Raphanaus (40), pendiri komunitas kreatif Peri Kertas Indonesia.

Saat merahputih.com mendatangi rumah di daerah Kukusan, Depok, Jawa Barat, Senin (13/3), tampak rumah berwarna krem yang dijadikan markas komunitas kreatif Peri Kertas Indonesia itu, terpajang sejumlah origami miniatur beberapa bangunan.

Rauf menjelaskan bahwa Peri Kertas Indonesia sudah terbentuk sejak September 2009 lalu, yang ditandai dengan rilisnya website komunitas tersebut. Adapun ide mendirikan komunitas origami itu berawal dengan melihat banyaknya penggemar origami yang tidak memiliki wadah untuk menyalurkan bakatnya.

“Dari sinilah, awalnya saya membuat sebuah industri kreatif. Saya kumpulkan semua teman-teman pencinta origami untuk menyalurkan kreativitas mereka. Dan selanjutnya, hasil karya mereka dijual sebagai souvenir,” jelas Rauf kepada merahputih.com di workshop-nya.

Komunitas Peri Kertas Indonesia. (Foto: MerahPutih/Noer Ardiansjah)

Perkembangan komunitas itu, kata Rauf, semakin meningkat saat memasuki tahun 2010. Bahkan, penyebaran anggota komunitas berhasil dilakukan hingga ke luar daerah dan mulai massif menyebarkan hasil karya tangan di situs yang ada.

“Saat ini, komunitas Peri Kertas Indonesia sudah memiliki lebih dari 40 regional dengan anggota sekitar 10 ribu orang di setiap daerahnya. Di dalam keanggotaan, terdiri dari desainer dan perakit paper craft dari berbagai profesi dan usia,” katanya.“

Membuat paper craft merupakan sebuah hobi pengembangan origami yang memiliki bentuk tiga dimensi (3D), seperti bangunan, karakter game, pesawat, karakter film, sampai bentuk yang akrab dengan kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Setelah berhasil menciptakan terobosan baru, karya origami 3D ramai pemesanan di dunia maya. Bahkan, tidak hanya kalangan pebisnis dan orang kantoran saja, beberapa perusahaan besar pun melirik hasil karya tersebut.

Dengan hasil tersebut, Rauf pun mulai mengibarkan bendera Peri Kertas Indonesia ke seluruh wilayah pelosok tanah air. Kata Rauf, harga untuk hasil karya yang sudah selesai dikerjakan sangat bervariasi, dan tergantung dari tingkat kesulitan yang terdapat dalam gambar yang dipesan.

“Mulai harga Rp500.00 hingga Rp450 juta per maket. Bandrol nominal itu diberikan karena tingkat kesulitan membuat origami agar seperti bentuk aslinya sangat sulit dikerjakan. Butuh keahlian dan ketelitian sehingga maket yang diinginkan sempurna dikerjakan,” paparnya.

Untuk pasaran origami 3D, Rauf menjelaskan masih didominasi di Jakarta, Kalimantan, dan Sumatera. Meski demikian, pemesanan di daerah Sulawesi pun mulai kini semakin meningkat dari sebelumnya.Ia berharap, dari hobinya itu kelak bisa menjadi sebuah pekerjaan yang dapat membantu anggota komunitas dalam memperbaiki perekomian keluarga anggota.



Noer Ardiansjah

YOU MAY ALSO LIKE