Tuntutan Ahok Ringan, TPM Tuding Jaksa Abaikan Edaran MA Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (21/2). (ANTARA/M Agung Rajasa)

Tim Pembela Muslim (TPM) menilai tuntutan Jaksa terhadap terdakwa penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terlalu ringan dan terkesan menyederhanakan persoalan.

Padahal, kasus penodaan agama seharusnya mendapat perhatian khusus dari penegak hukum.

Ketua Tim Pembela Muslim (TPM) Ahmad Michdan mengatakan terkait pembacaan tuntutan, Jaksa jelas tidak mengambil pelajaran dari kasus-kasus terkait penodaan agama sebelumnya.

Menurut Michdan, kasus penodaan agama semestinya mendapat perhatian khusus, bukan hanya karena efeknya, tapi ini merupakan instruksi Mahkamah Agung selaku lembaga pengadilan tertinggi di tanah air.

"Karena kalau kita perhatikan surat edaran MA sebagai lembaga pengadilan paling tinggi pernah mengingatkan untuk kasus seperti ini harus diberatkan bukan diringankan. Ini artinya ada sesuatu yang luar biasa dilihat oleh MA dalam konteks kemurnian ajaran agama," ujarnya kepada merahputih.com, Kamis (20/4)

Sebagai negara yang berdasarkan kepada UUD yang berlandaskan kepada Rahmat Allah, semestinya para penegak hukum paham betul menggunakan logika dan cara berfikir yang berketuhanan.

"Ajaran agama harus dilindungi, karena dasar hukum negara ini berdasarkan UUD nya sendiri itu dengan Rahmat Allah jadi kemerdekaan ini bukan karena pikiran tapi bantuan Allahlah yang menyebabkan kita merdeka kemudian dinyatakan sebagai negara hukum. Jadi hukum berketuhanan itu harus menjadi sandaran mutlak cara berfikir para penegak hukum," tegasnya.

Oleh sebab itu, lanjutnya kasus seperti ini tidak boleh dianggap sederhana. Apalagi dicari alasan pembenaran.

"Bahwa ini adalah demokrasi, ini adalah bagian ga ada kaitan dengan agama, salah itu. Jadi, berlandaskan agama kita bisa bernegara di negara ini , tanpa agama tidak terilhami kemerdekaan. Artinya tidak boleh ada itu kasus seperti ini," imbuhnya.

Ia pun menegaskan bahwa tuntutan ringan terhadap Ahok merupakan kemunduran bagi penegakan hukum.

"Bukan hanya islam, agama apapun tidak boleh dimainkan. Ini cara berpikir mundur penegak hukum kita. Kalau tidak ada intervensi pihak tertentu kepada Jaksa, artinya dia tidak menggunakan nalar hukum yang baik," tuntasnya. (Fdi)

Baca juga berita terkait sidang Ahok: Ahok Dituntut Ringan, GNPF MUI Adukan Jaksa Ke Komisi Kejaksaan



Zulfikar Sy

YOU MAY ALSO LIKE