Jurus Hemat Baterai Ponsel Saat Powerbank Tertinggal di Rumah Smartphone telah menjadi barang bawaan wajib saat traveling (Foto: Tokopedia)

Ponsel tak ubahnya seperti dompet. Tidak dapat ditinggalkan di rumah ketika sedang bepergian, termasuk saat traveling. Jika sampai tertinggal, Sahabat Merahputih tak bisa foto-foto dan eksis di media sosial. Kehadiran aplikasi transportasi online dan peta digital membuat travellers semakin ketergantungan pada ponsel.

Kendalanya adalah, terlalu sering mengakses media sosial dan membuka aplikasi membuat baterai ponsel jadi cepat habis. Sebenarnya, kehabisan baterai sekarang ini sudah bukan masalah karena Sahabat Merahputih bisa menggunakan powerbank untuk mengisi ulang baterai selama di perjalanan. Namun, akan menjadi problem ketika powerbank tertinggal di rumah. Jika Sahabat Merahputih mengalami kejadian ini, satu-satunya cara yang dapat dilakukan ialah menghemat baterai ponsel. Ingin tahu apa saja jurus yang harus dipraktikkan ketika powerbank tertinggal di rumah?

1. Batasi pemakaian data

Membuka Facebook, Path, Instagram, Twitter, serta aplikasi yang berbasis GPS cukup menguras baterai. Maka, batasi pemakaian data dan manfaatkan peta konvensional yang biasanya tersedia di bandara dan hotel. Bila tidak dapat menahan diri memasang foto traveling di media sosial, jurus yang dapat dilakukan ialah batasi diri dengan hanya mengirim foto ke media sosial. Setelah mengirim foto, Sahabat Merahputih tidak perlu melihat ulang foto tersebut karena hanya akan menghabiskan baterai. Lalu, cerdas memilih media sosial yang hemat baterai. Aplikasi Path dan Instagram cenderung lebih boros baterai ketimbang Facebook. Pembatasan pemakaian data berlaku untuk pengguna smartphone berbasis Android dan iOS.

2. Kurangi notifikasi

Notifikasi tidak hanya membuat Sahabat Merahputih "gatal" untuk mengecek isi notifikasi, tetapi juga membuat baterai cepat habis. Agar baterai hemat, nonaktifkan notifikasi untuk sementara waktu. Apabila niat Anda traveling untuk refreshing, menonaktifkan notifikasi akan efektif untuk menjauhkan diri dari urusan di luar aktivitas liburan.

3. Jangan hapus recent apps

Sahabat Merahputih mungkin menganggap bahwa membersihkan recent apps atau aplikasi-aplikasi yang sedang dibuka dapat menghemat baterai smartphone berbasis Android. Faktanya, cara ini tidak efektif. Aplikasi di recent apps berada dalam kondisi berhenti dan disimpan di dalam memori atau cache ponsel dengan tujuan aplikasi dapat dibuka kembali dengan cepat. Nah, menghapus recent apps di smartphone Android ternyata malah membuat baterai bekerja lebih keras dan cepat habis. Khususnya bila aplikasi yang dihapus masuk kategori berat.

4. Matikan beberapa fitur

Fitur-fitur tertentu seperti Location Service, Bluetooth dan Wi-Fi cukup menguras baterai bila diaktifkan terus menerus. Maka, nonaktifkan fitur-fitur tersebut saat Sahabat Merahputih sedang traveling. Apalagi, fitur-fitur tertentu seperti Wi-Fi tidak Anda butuhkan saat berada di gunung atau pantai yang tidak diselimuti Wi-Fi. Selain itu, atur cahaya layar smartphone pada Mode Auto-Brightness agar baterai lebih hemat.

5. Nyalakan mode power saving

Sistem operasi Android dan iOS sudah disertai dengan fitur penghemat baterai atau power saving. Fitur tersebut berguna untuk mengirit pemakaian daya dengan mematikan animasi, sinkronisasi di background, dan mengurangi kecerahan layar. Mode Power Saving biasanya sudah aktif secara default dan akan aktif begitu kapasitas baterai mencapai angka 15 persen. Namun, Sahabat Merahputih sebaiknya mengecek kembali apakah opsi mengaktifkan power saving secara otomatis sudah terpilih.

Baca artikel lainnya tentang ponsel di sini: Cara Unik Isi Baterai Smartphone Menggunakan Koin.



Rina Garmina

YOU MAY ALSO LIKE