Image
Author by : Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Tradisi Cheng Beng yang dilakukan oleh peranakan etnis Tionghoa Tangerang atau lebih dikenal Cina Benteng di komplek pemakaman Tanah Gocap Karawaci, Kota Tangerang, Selasa, (4/4). Cheng Beng yang memiliki arti hari yang cerah dan gemilang, merupakan sebuah tradisi tahunan sebagai bentuk tanda bhakti kepada orang tua dan leluhur dengan mengunjungi makam serta memberikan persembahan beragam makanan. Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Image
Author by : Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Seorang anggota Perkumpulan Boen Tek Bio melaksanakan sembahyang pada tradisi Cheng Beng di komplek pemakaman Tanah Gocap Karawaci, Kota Tangerang. Tradisi Cheng Beng tersebut dikhususkan pada sejumlah makam yang terlantar dan tidak dirawat oleh keluarganya.

Image
Author by : Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Romo Rubiy Santamoko dari umat Buddha tengah memercikkan air suci ke seluruh persembahan yang disajikan untuk tradisi Cheng Beng, beragam jenis makanan seperti beras, daging, sayur, buah, hingga rokok tertata rapih di atas meja persembahan.

Image
Author by : Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Terdapat sejumlah makanan persembahan pada tradisi Cheng Beng yang memiliki makna khusus terhadap kehidupan manusia, seperti kepiting, ikan bandeng, ayam, bebek, babi, buah nanas dan semangka.

Image
Author by : Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Sejumlah anak yang merupakan masyarakat sekitar pemakaman Tanah Gocap Karawaci, Kota Tangerang tengah memperhatikan beragam makanan persembahan sesaat sembahyang tradisi Cheng Beng berlangsung, seusai sembahyang masyarakat sekitar akan memperebutkan makanan persembahan tersebut.

Image
Author by : Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Masyarakat sekitar tengah berebut makanan persembahan pada tradisi Cheng Beng di komplek pemakaman Tanah Gocap Karawaci, Kota Tangerang. Beras dan mie instan barang buruan yang paling terlebih dahulu diraih.

Image
Author by : Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Sejumlah makanan persembahan yang didapatkan oleh masyarakat sekitar pemakaman pada tradisi Cheng Beng cukup membantu kebutuhan perut keluarga mereka untuk beberapa hari kedepan.

Image
Author by : Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Tradisi Cheng Beng diakhiri dengan pembakaran kim cua (kertas emas) didekat makam yang terlantar dan tidak terawat oleh keluarganya.