Tosan Aji Budaya Kearifan Lokal Sebagai Simbol Kebesaran Tosan Aji, keris dalam sebuah pameran. (FOTO Antara)

Tosan aji adalah benda pusaka berbentuk senjata tradisional seperti tombak, keris, pedang, wedung, rencong, atau badik. Tosan aji merupakan perpaduan antara seni budaya yang tinggi dan teknologi metalurgi yang canggih.

Tosan aji yang sangat populer adalah keris. Keris merupakan benda pusaka berbentuk senjata jenis tikam golongan belati. Secara budaya keris adalah kearifan lokal warisan yang dimiliki hampir setiap daerah di Nusantara. Namun di masing-masing daerah keris memiliki ciri, bentuk, serta pamor yang berbeda-beda.

Pada masa lalu keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata untuk duel dalam peperangan, atau sebagai benda pelengkap sesajian. Namun, keris menjadi simbol kebesaran beberapa kerajaan di Nusantara.

Keris atau tosan aji ini juga dipercaya bisa menimbulkan rasa keberanian, menjadi penambah kepercayaan dan kewibawaan bagi si pemakai atau yang membawanya. Termasuk menjadi bentuk kepercayaan dari seseorang jika tosan aji itu merupakan pemberian.

Namun, seiring perkembangan zaman, keris lebih merupakan benda aksesori (ageman) dalam berbusana, atau sebagai benda-benda koleksi yang memiliki nilai estetika seni, dengan unsur budaya kearifan lokal sebagai karya yang adiluhung.

Salah satu pelestari tosan aji (benda-benda pusaka sejenis keris, tombk, pedang, wedung, rencong, atau badik), sebagai salah satu budaya kearifan lokal, adalah Pergerakan Senapati Nusantara, yaitu pergerakan kaum muda untuk kebangkitan Tosan Aji Nusantara.

Beberapa tahun terakhir, tosan aji sebagai salah satu bentuk seni budaya asli Indonesia ini mengalami kemunduran dan nyaris terlupakan. Dari situlah, Pergerakan Senapati Nusantara mulai 'menghidupkannya' kembali. Baik melalui museum maupun berbagai pameran.

Sebagai benda pusaka, tosan aji, masih dianggap sakral dan memilki unsur mistis oleh sebagian masyarakat. Namun demikian, seperti dikutip dari buku Pesona Tosan Aji, "Hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa sajalah manusia mesti menyembah. Betapapun hebatnya tosan aji, tetap hanyalah buatan manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan." (Irene)



Irene Gianov

LAINNYA DARI MERAH PUTIH