Tokoh Islam Kompak Tolak Visualisasi Nabi Muhammad

Luhung SaptoLuhung Sapto - Sabtu, 26 September 2015
Tokoh Islam Kompak Tolak Visualisasi Nabi Muhammad

Cuplikan Film Muhammad : The Messenger of God (Sumber: Galeri Foto www.mohammadmovie.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Film - Tokoh Islam menilai visualisasi Nabi Muhammad dilarang dalam ajaran Islam meskipun secara nash memang tidak ada ayat Alquran yang secara spesifik mengatur hal ini. Namun, hal ini sudah menjadi kesepakatan di antara para ulama.

Film berjudul "Muhammad: Messenger of God" (Muhammad Rasulullah) menuai perdebatan di kalangan para ulama. Pasalnya, bentuk fisik Nabi Muhammad divisualisasikan lewat peran seorang aktor.

Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma'ruf Amin menyatakan bentuk apapun yang menggambarkan sosok Nabi Muhammad itu tidak diperbolehkan dalam Islam. Menurutnya, hal ini sudah menjadi kesepakatan mayoritas para ulama sejak dahulu.

Ulama berpendapat visualisasi bentuk fisik Nabi Muhammad dilarang karena khawatir dengan akibat yang ditimbulkan. 

"Mayoritas Ulama sudah menyepakati hal itu, tidak boleh memvisualisasi Nabi Muhammad, yang ditakutkan terjadi pendiskreditan atau pengkultusan Nabi Muhammad," jelasnya di Jakarta, Sabtu (26/9).

Senada dengan Ma'ruf Amin, staf pengajar Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung, Khalid AlWalid berpendapat secara umum Nabi Muhammad adalah sosok manusia biasa yang juga memiliki fisik sama seperti manusia normal pada umumnya, memiliki tubuh, sepasang tangan dan kaki. Khalid AlWalid mengajak semua pihak menghormati pendapat para ulama.

"Yang jelas kita harus menghormati pendapat seluruh ulama," tegas Direktur Sekolah Tinggi Ilmu Filsafat Islam (STFI) Sadra tersebut.

Sebelumnya, dekan Fakultas Teologi Islam Al-Azhar, Profesor Fattah Alawari, seperti dikutip Reuters, mengungkapkan film tersebut dinilai keluar dari aturan Islam. 

"Ini berkaitan dengan kehidupan aktor yang memerankan Muhammad juga. Mungkin saja di kehidupan nyata, ia pemabuk atau main perempuan. Hal itu tidak bisa diterima," tuturnya.

Film yang berkisah tentang kehidupan Muhammad sebelum diangkat menjadi Nabi dan Rasul ini menuai protes umat Muslim di dunia. Meski demikian, film besutan sutradara asal Iran, Majid Majidi (Children of Heaven, Baran, dan the Colour of Paradise) ini menarik perhatian banyak pecinta film. Bahkan di Iran, pemutaran film ini selalu penuh. Film dibuat dengan budget US$40 juta atau sekitar Rp559 miliar. (fdi)

Baca Juga:

  1. Ini Resensi Cerita Film "Muhammad: The Messenger of God" yang Menuai Kontroversi
  2. Lukman Sardi Tak Tanggapi Kontroversi Film 'Di Balik 98'
  3. Dianggap Menyimpang dari Sejarah, Produser Film Jenderal Soedirman Disomasi
  4. Ini Beberapa Adegan Penyebab Film Jenderal Soedirman Dianggap Kontroversial
  5. Dianggap Membahayakan, Film Jenderal Soedirman Dapat Kritik dari Anggota DPR

 

#Majelis Ulama Indonesia #Kontroversi Film Nabi Muhammad #Ma'ruf Amin #Majid Majidi
Bagikan
Ditulis Oleh

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak

Berita Terkait

Indonesia
Industri F&B RI Tumbuh 8 Persen, 1.200 Supplier Global Berebut Pasar Indonesia
Pendiri dan Direktur Utama Huamo Group, Wang Guo Ping, menambahkan bahwa pameran ini berfungsi sebagai jembatan perdagangan dua arah
Angga Yudha Pratama - Kamis, 07 Mei 2026
Industri F&B RI Tumbuh 8 Persen, 1.200 Supplier Global Berebut Pasar Indonesia
Indonesia
Produk AS Masuk RI Wajib 2 Label Halal, Ini Penjelasan BPJPH
BPJPH pastikan produk AS tetap wajib dua label halal meski ada kesepakatan dagang RI-AS. Skema MRA jamin standar halal tetap aman.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 24 Februari 2026
Produk AS Masuk RI Wajib 2 Label Halal, Ini Penjelasan BPJPH
Indonesia
Kesepakatan Dagang Indonesia - AS Disorot, MUI Ingatkan Kewajiban Sertifikasi Halal
MUI menyoroti perjanjian dagang Indonesia dan Amerika Serikat. Umat diminta selektif membeli produk tanpa sertifikasi halal sesuai UU Jaminan Produk Halal.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 23 Februari 2026
Kesepakatan Dagang Indonesia - AS Disorot, MUI Ingatkan Kewajiban Sertifikasi Halal
Indonesia
Di Hadapan MUI, Prabowo Ajak Bangsa Bersatu Lawan Korupsi
Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh elemen bangsa bersatu memberantas korupsi saat menghadiri pengukuhan pengurus MUI di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 07 Februari 2026
Di Hadapan MUI, Prabowo Ajak Bangsa Bersatu Lawan Korupsi
Indonesia
Kukuhkan Pengurus MUI 2025–2030, Prabowo: Lambang Bersatunya Ulama dan Umara
Presiden Prabowo Subianto menghadiri pengukuhan pengurus MUI periode 2025–2030 di Masjid Istiqlal dan menegaskan pentingnya persatuan ulama dan umara.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 07 Februari 2026
Kukuhkan Pengurus MUI 2025–2030, Prabowo: Lambang Bersatunya Ulama dan Umara
Indonesia
Hadiri Acara MUI, Prabowo Tekankan Persatuan Ulama dan Umara untuk Kemajuan Bangsa
Presiden Prabowo menegaskan persatuan ulama dan umara menjadi fondasi perdamaian dan kemakmuran bangsa saat menghadiri pengukuhan MUI di Masjid Istiqlal.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 07 Februari 2026
Hadiri Acara MUI, Prabowo Tekankan Persatuan Ulama dan Umara untuk Kemajuan Bangsa
Indonesia
MUI Isyaratkan Dukungan Pilkada Lewat DPRD, Soroti Politik Uang dan Biaya Tinggi
Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Ni’am Sholeh menyebut pilkada langsung menimbulkan biaya tinggi dan politik uang.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 07 Januari 2026
MUI Isyaratkan Dukungan Pilkada Lewat DPRD, Soroti Politik Uang dan Biaya Tinggi
Indonesia
Hasil Rapat Sesepuh NU, Ma'ruf Amin Sebut Pemakzulan tak Sesuai AD/ART
Hasil rapat meminta agar polemik yang terjadi di PBNU diselesaikan melalui mekanisme internal.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Desember 2025
Hasil Rapat Sesepuh NU, Ma'ruf Amin Sebut Pemakzulan tak Sesuai AD/ART
Indonesia
MUI Keluarkan Fatwa Soal Pajak, Dirjen Segera Tabayyun Biar Tidak Terjadi Polemik
Fatwa MU memutuskan jika pungutan pajak terhadap sesuatu yang jadi kebutuhan pokok, seperti sembako dan rumah serta bumi yang huni, tidak mencerminkan keadilan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 26 November 2025
MUI Keluarkan Fatwa Soal Pajak, Dirjen Segera Tabayyun Biar Tidak Terjadi Polemik
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: MUI Dukung Serangan Israel karena Iran Menganut Syiah
Beredar informasi yang menyebut Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung penuh langkah Israel menyerang Iran.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 04 Juli 2025
[HOAKS atau FAKTA]: MUI Dukung Serangan Israel karena Iran Menganut Syiah
Bagikan