Timses Rano-Embay Beberkan Dugaan Kecurangan WH di Pilkada Banten TB Hasanuddin memberikan keterangan terkait kecurangan Pilkada Banten 2017. (MP/Reza Indrayana)

Ketua Tim Pemenangan Internal Rano Karno-Embay Mulya Syarief, Mayjen (Purn) TB Hasanuddin menuding timses pasangan Wahidin Halim (WH)-Andhika Hazrumy melakukan kecurangan saat pencoblosan pada Pilkada 2017, Rabu (15/2) lalu.

TB Hasanuddin juga mencurigai ada penyusupan surat suara nomor urut 1 yang sudah dicoblos ke dalam kota suara di salah satu TPS di Kota Tangerang. Hal ini, kata TB Hasanuddin, dibuktikan dengan ditemukan adanya TPS yang hanya memiliki 100 formulis C2 namun pada saat penghitungan terdapat 300 suara.

"Ada sebuah TPS memiliki formulir C2 cuma 100, tapi anehnya pas dihitung sampai 300 suara. Modusnya tiap pemilih dititipkan lebih dari satu kertas suara. Tapi ketahuan karena tidak ada kode verifikasi nomor TPS dan kelurahan. Kasus yang menonjol di Kota Tangerang, Banten," ujar TB Hasanuddin kepada wartawan di Media Center Rano-Embay, Kawasan Modernland, Kota Tangerang, Jumat (17/2), sore.

Mantan Sekmil Presiden di era Megawati Soekarno Putri ini juga berasumsi, jika dalam melakukan dugaan kecurangan tersebut WH mengerahkan "kaki tangannya". Dan, pengalaman WH menjadi walikota selama dua periode di Kota Tangerang, oleh TB Hasanuddin, dituding sebagai peluang WH dalam memobilisasi orang-orangnya.

"Pokoknya semua bukti dan saksi kecurangan Pilkada Provinsi Banten yang merugikan pasangan kami akan kami laporkan ke Polisi dan Panwaslu. Insya Allah pasangan calon kami tetap bakal menang lantaran memang dipercaya rakyat," pungkas Hasanuddin yang didampingi Ketua Tim Pemenangan Rano Karno - Embay, Ahmad Basarah. (Reza Indrayana)



Widi Hatmoko

LAINNYA DARI MERAH PUTIH