Terkenal Kritis di Era Orde Baru, Izin Konser Nyanyian Bangsa Dipersulit

Ana AmaliaAna Amalia - Selasa, 27 Oktober 2015
Terkenal Kritis di Era Orde Baru, Izin Konser Nyanyian Bangsa Dipersulit

(Foto: MP/ Rizky Kusumo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Budaya - Menyelenggarakan konser Nyanyian Bangsa untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda, 27 dan 28 Oktober 2015, pihak penyelengaara mengalami beberapa kendala, salah satunya adalah perizinan dari pihak kepolisian.

Hal ini dipaparkan oleh Edi Haryono saat ditemui di Pers Konfrense, Nyanyian Bangsa, di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Senin (26/10).

"Kita melalui 7 surat kepolisian, masih ada ketakutan dari mereka. Ada Hariman segala macam bisa menjadi sesuatu. OI nya Iwan Fals juga membuat takut, saya minta izin ke pihak kepolisian pertama Polsek, Polres, lalu ke Polda kita tunggu, akhirnya dapat izin." ungkapnya.

"Mereka minta mau mengamankan karena pasti banyak OI yang datang. Saya bilang kan udah dapat ijin dari polisi. Kalau ada OI, orang-orang keamanan dari TIM aja cukup," tambah Edi.

Bagi Edi Haryono sendiri ketakutan pihak kepolisian sangat beralasan, selain adanya Iwan Fals, Kelompok Kampungan sendiri terkenal kritis di zaman Orde Baru.

"Asal muasalnya (Kelompok Kampungan) sebagai pengiring dari Bengkel Teater Rendra. Dari situ Rendra sendiri tokoh penentang Orde Baru, saat mentas dikasih gas air mata di TIM," paparnya.

"Ini menular ke Kelompok Kampungan salah satu tuntannya presiden hanya 2 kali periode. Tapi setelah itu Dewan Mahasiswa dibekukan jadi tidak ada lagi. Dibikinlah NKK/BKK. Tokoh Rizal Ramli, Hatta Rajasa, Lukman Hakim, Biner Tobing jadi masih ada ketakutan di sana," ujar Edi Haryono.

Bagi Edi sendiri hal ini sangatlah aneh karena iklimnya sudah era reformasi tapi kreativitas masih terjebak oleh keamanan.

"Pak Polisi ingin sekali mengamankan disini. Kalau butuh baru menghubungi nanti saya menghubungi. Tetap saja ini hal yang baru setelah reformasi berubah, tapi kita tetap akrab dengan masalah keamanan," ketus Edi Haryono. (Rky)

BACA JUGA:

  1. Isyana Sarasvati Mimpikan Duet Bareng Iwan Fals
  2. Iwan Fals Sukses Hentakkan Panggung HUT MNCTV
  3. MNCTV, (Bukan) 'Televisi Masa Kini'
  4. Siaran MNCTV Disabotase?
  5. MNCTV Menampik Ada Sabotase Pada Channelnya
#Musik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ana Amalia

Happy life happy me
Show More

Berita Terkait

ShowBiz
Dialog Dini Hari Buka Babak Baru Lewat Album 'Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi', tentang Kehilangan dan Menemukan Kembali
Dialog Dini Hari menghadirkan album terbaru 'Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi' berisi delapan lagu, lahir dari perubahan, kehilangan, dan pencarian rasa rumah.
Ananda Dimas Prasetya - 1 jam lalu
Dialog Dini Hari Buka Babak Baru Lewat Album 'Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi', tentang Kehilangan dan Menemukan Kembali
ShowBiz
D’MASIV Bicara soal Cinta yang Tak Berhenti di Perasaan lewat 'Till We’re Old'
D’MASIV kembali dengan single terbaru 'Till We’re Old', yang mengangkat kisah cinta, komitmen, dan keinginan untuk terus bersama hingga usia senja.
Ananda Dimas Prasetya - 1 jam, 50 menit lalu
D’MASIV Bicara soal Cinta yang Tak Berhenti di Perasaan lewat 'Till We’re Old'
ShowBiz
Slowdive hingga Caribou Siap Ramaikan Joyland Sessions 2026, Intip Daftar Lenkap Penampilnya
Joyland Sessions 2026 digelar 28–29 November di GBK City Park, Jakarta. Ada 16 penampil dari 7 negara, termasuk Slowdive dan Caribou.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Slowdive hingga Caribou Siap Ramaikan Joyland Sessions 2026, Intip Daftar Lenkap Penampilnya
ShowBiz
8 Panggung, Banyak Genre, dan Generasi Berbeda Bertemu di Synchronize Fest 2026
Synchronize Fest 2026 memasuki tahun ke-11 dengan delapan panggung, kurasi musik beragam, serta penampil lintas genre dan generasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
8 Panggung, Banyak Genre, dan Generasi Berbeda Bertemu di Synchronize Fest 2026
ShowBiz
Tove Lo Perkenalkan 'ESTRUS', Album Baru tentang Hasrat dan Berbagai Kontradiksi
Tove Lo merilis album studio keenam, ESTRUS. Berisi 13 lagu electro-pop, album ini mengeksplorasi hasrat, keraguan, kebebasan, dan emosi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Tove Lo Perkenalkan 'ESTRUS', Album Baru tentang Hasrat dan Berbagai Kontradiksi
Dunia
Oasis Ambil Jalur Hukum Hentikan Penjualan Rekaman yang belum Pernah Didengar
Rekaman tersebut dikumpulkan teknisi suara Oasis, Huw Richards, yang bekerja bersama band ini sejak perilisan album debut mereka 'Definitely, Maybe
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Oasis Ambil Jalur Hukum Hentikan Penjualan Rekaman yang belum Pernah Didengar
ShowBiz
Lewat 'Maju Satu Satu', Tsaqib Ungkap Rasa Takut dan Keberanian Menyambut Babak Baru
Tsaqib memperkenalkan single 'Maju Satu Satu', lagu personal tentang rasa cemas, keberanian, ketidakpastian, dan persiapannya menjadi seorang ayah.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Lewat 'Maju Satu Satu', Tsaqib Ungkap Rasa Takut dan Keberanian Menyambut Babak Baru
ShowBiz
Masuki Tahun ke-11, Synchronize Fest 2026 Perluas Ruang Musik hingga Gerakan Lingkungan
Synchronize Fest 2026 memasuki tahun ke-11 dengan tema “It’s Not Just a Festival, It’s a Movement” pada 16-18 Oktober di Gambir Expo Kemayoran.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Masuki Tahun ke-11, Synchronize Fest 2026 Perluas Ruang Musik hingga Gerakan Lingkungan
ShowBiz
Memorabilia Agnez Mo kini Dipajang Permanen di Hard Rock Hollywood
Koleksi tersebut ditempatkan berdampingan dengan memorabilia sejumlah musisi legendaris dunia, termasuk Michael Jackson.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Memorabilia Agnez Mo kini Dipajang Permanen di Hard Rock Hollywood
ShowBiz
'Roulette', Cara BAHA Menerjemahkan Ketidakpastian Hidup lewat Musik
Mengibaratkan kehidupan seperti permainan roulette, terus berputar tanpa pernah memberi kepastian mengenai kapan atau di mana putaran itu akan berhenti.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
'Roulette', Cara BAHA Menerjemahkan Ketidakpastian Hidup lewat Musik
Bagikan