Image
Author by : ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Pesawat tempur berbodi ramping tersebut menjadi primadona, lantaran mudah dikendalikan. Karena itu, pesawat ini juga digunakan untuk pesawat latih bagi pilot tempur TNI AU.

Image
Author by : ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Selain mudah dikendalikan, keandalan pesawat jenis ini pun diakui pilot TNI AU. Tidak hanya sebagai pesawat latih, Hawk MK-53 ini juga disebut-sebut mumpuni sebagai pesawat tempur.

Image
Author by : ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Konon, kontrak pembelian Hawk MK-53 ini sempat dipertanyakan berbagai pihak, lantaran harganya yang tergolong mahal.

Image
Author by : ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Selama 35 tahun mengabdi, 'sang guru' bagi pilot tempur akhirnya pensiun. Penghormatan terakhir dilakukan dengan sebuah upacara khas TNI AU.

Image
Author by : ANTARA FOTO/Siswowidodo

Upacara penerbangan terakhir dilakukan Kamis (12/3) di Lapangan Udara Adisutjipto, Yogyakarta.

Image
Author by : ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

KSAU Marsekal TNI Agus Supriatna ikut ambil bagian dalam upacara tersebut. Bahkan KSAU sempat menandatangani hidung pesawat mungil itu.

Image
Author by : ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Kepada wartawan, KSAU Marsekal TNI Agus Supriatna menceritakan kenangannya ketika terbang dengan pesawat tempur Hawk MK-53.

Image
Author by : ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Komandan Skuadron Udara 15, Letkol (Pnb) Marda Sujono (kiri) dan Co-Pilot Lettu (Pnb) Kurniadi Sukmo Djatmiko (kanan) turun dari pesawat Hawk MK-53. Mereka ikut menerbangkan Hawk MK-53 untuk yang terakhir kali.

Image
Author by : ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Saat turun dari pesawat, Letkol (Pnb) Marda Sujomo dan Lettu (Pnb) Kurniadi Sukmo Djatmiko disambut KSAU Marsekal TNI Agus Supriyatna. Pesawat pabrikan Inggris tersebut akan diparkir di Museum Dirgantara Yogyakarta dan akan digantikan dengan pesawat T-50i Golden Eagle.


Yohannes Abimanyu

LAINNYA DARI MERAH PUTIH