Tak Ingin Timnas Dihukum Bertanding Tanpa Penonton, Ini 5 Hal Terkait Flare Penggunaan flare oleh suporter Indonesia saat AFF 2016. (MP/Dery Ridwansah)

PSSI mengimbau semua pihak agar sama-sama mencegah penggunaan flare selama pertandingan persahabatan Indonesia vs Myanmar, Stadion Pakansari, Cibinong, Selasa (21/3). Imbauan tersebut menyikapi putusan dari Komite Disiplin AFC (AFC Disciplinary Committee) yang mendenda Indonesia pascapartai semifinal dan final Piala AFF 2016 lalu.

Direktur Media dan Hubungan Internasional PSSI Hanif Thamrin mengatakan, dirinya sudah berbicara dengan Head of Disciplinary Committe AFC James Kitiching terkait flare dalam pertemuan National Dispute Resolution Chamber (NDRC) bulan lalu.

"Kita terancam sanksi lebih besar jika masalah flare ini tidak bisa kita selesaikan. Pecinta Timnas harus kita berikan edukasi bahwa menyalakan flare berarti membiarkan Timnas terancam bermain tanpa penonton," kata Hanif dalam siaran pers yang diterima merahputih.com, Jumat (17/3).

Berikut terlampir beberapa poin terkait flare:

1. AFC menjatuhkan denda yang sangat besar kepada Indonesia pasca partai semifinal dan final AFF 2016, sehingga PSSI harus mencicil pembayaran denda tersebut selama dua tahun

2. Jika flare kembali ada di laga resmi Indonesia, kita terancam dihukum denda yang lebih besar lagi, lebih buruk lagi dengan dihukum bermain tanpa penonton

3. Mengimbau kepada rekan-rekan media untuk mensosialisasikan pencegahan flare di stadion kepada penonton

4. Mengimbau rekan-rekan media khususnya para fotografer, (jika ada yang menyalakan flare) untuk mengambil foto oknum tersebut agar memberikan efek jera berupa sanksi sosial

5. Panitia tentu akan berusaha meminimalisi hal ini dengan memperketat keamanan di laga persahabatan (friendly match) antara Indonesia vs Myanmar. (Abi)

Berita terkait pertandingan Indonesia vs Myanmar baca juga: Pertandingan Indonesia Vs Myanmar, Harga Paling Murah Rp75 Ribu


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH