Tahun Ayam Api, Pasar Apartemen dan Perumahan Elite Sulit Terjual Ahli Feng shui Suhu Yo (MP/John Abimanyu)

Dalam bahasa Indonesia, kata ‘shio’ sebenarnya diambil dari pelafalan dialek Hokkian, yakni sheshio (Hanzi, ??; Pinyin, shengxiao). Berdasarkan siklus tahunan, tahun baru Imlek 2017 (atau 2568 Imlek) merupakan tahun Ayam Api (Red Fire Rooster).

Ahli Feng shui Suhu Yo mengatakan tahun 2017 merupakan unsur api sama seperti di tahun sebelumnya tahun 2016. Hal yang perlu diperhatikan dalam properti adalah unsur kayu yang mudah terbakar.

"Jadi di tahun 2017, industri properti akan banyak mengalami masalah dari sisi penjualan. Namun perlu diingat selain unsur api, dan kayu. Unsur tanah juga sifatnya mampu memadamkan api justru tanah tidak dapat berjalan," kata Suhu Yo saat ditemui merahputih.com di kantornya Gedung Chandra, Jalan Pancoran Glodok, Jakarta Barat, Rabu (11/1).

Menurutnya, unsur tanah melihat dari sisi Feng Shui kurang baik disini banyak properti untuk segmen menengah keatas akan banyak tidak diminati oleh masyarakat. Begitu juga perumahan yang menengah keatas banyak tidak terjual.

"Kalau saya lihat dari sisi feng shui unsur tanah dalam properti kurang baik, bagi orang penjual tanah akan bermasalah. Penjualan properti dengan segmen menengah atas banyak tidak minati oleh masyarakat. Begitu pula dengan penjual perumahan dengan unsur kayu akan banyak ditinggal oleh masyarakat, yang lebih memilih untuk membeli rumah atau apartemen dengan harga murah," tuturnya.

Suhu Yo mengatakan orang yang bisa membeli properti yakni masyarakat menengah ke atas dan menengah ke bawah. Untuk itu perlu campur tangan pemerintah untuk dapat menolong developer membangun rumah kecil bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

"Perlu campur tangan pemerintah dalam membantu developer untuk membangun rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah," tegasnya.

Di sisi lain, investor akan mengalami kesulitan menjual perumahan atau apartemen atau perumahan yang harganya mencapai miliaran akan jatuh karena pembelinya mulai berkurang dan lebih memilih rumah di bawah Rp500 juta.


Tags Artikel Ini

Yohannes Abimanyu