Tahok Masih Banyak Penggemar, Ini Dia Bukti Omzet Pak Citro Setiap Hari Tahok Pak Citro. (MP/Win)

Dengan jumlah pedagangnya yang hanya tinggal tiga orang, tahok banyak diburu oleh masyarakat Kota Solo dan sekitarnya.

Pak Citro, salah satu pedagang makanan khas Tionghoa ini mengaku, dalam sehari ia mampu menjual lebih dari 100 mangkok. Per mangkok, ia jual dengan harga Rp6.000. Kalau dikalikan, pendapatannya bisa mencapai Rp600 ribu dalam sehari.

“Kalau ramai ya bisa lebih dari 100 mangkok per hari. Namun saat ini, saya sudah tidak ngoyo (memaksakan diri), karena usia saya sudah tua. Sehingga porsi dagangan mulai saya kurangi, paling sekarang 50 mangkok per hari,” cerita Pak Citro, saat berbincang dengan merahputih.com, Kamis (16/2). Pak Citro menjajakan tahoknya di kawasan Pasar Gede.

Tahok Pak Citro. (MP/Win)
Tahok Pak Citro. (MP/Win)

Pak Citro satu dari tiga orang yang saat ini masih bertahanan menjual makanan yang terbuat dari kedelai tersebut. Ia mengakui, memang masih banyak masyarakat yang gemar makan tahok.

“Ya banyak yang kecele, saat habis mau pulang mereka baru datang. Paling siang saya sudah kembali ke rumah,” imbuh pria asal Bantul ini.

Tahok Pak Citro. (MP/Win)
Tahok Pak Citro. (MP/Win)

Pak Citro dahulu mulai berjualan dengan berkeliling di kawasan Pasar Gede atau Kelurahan Jebres. Namun saat ini, ia memilih menggelar lapak kaki lima. Tahok sendiri merupakan makanan khas Tionghoa yang masuk ke Kota Solo sekitar tahun 1950-an.

Berita tentang tahok ini merupakan laporan dari Win, kontributor merahputih.com untuk wilayah Solo dan sekitarnya. Baca juga berita tentang tahok yang istimewa ini di: Penjual Tahok Tinggal Tiga Orang di Kota Solo



Zulfikar Sy

YOU MAY ALSO LIKE