Indonesiana Tradisi

Sungai Cibanten dan Pergeseran Pelabuhan Dagang Banten

Sungai Cibanten dan Pergeseran Pelabuhan Dagang Banten

MerahPutih Tradisi - Kesultanan Banten yang berdiri pada 1526, pada masa kejayaannya dikenal sebagai kesultanan yang memiliki pelabuhan dagang yang berkelas internasional, dimana pedagang dari wilayah nusantara, asia, bahkan eropa berdatangan untuk berbisnis.

Dari naskah sejarah yang ditulis oleh Abdu Hasan, penjaga makam dua tokoh penting berdirinya kesultanan Banten. Tercatat bahwa Wahanten Girang yang merupakan Kota Kerajaan Pra Industri, berlokasi di Kampung Telaya Desa Sempu Kota Serang terdapat pelabuhan yang sangat ramai, dimana para saudagar dari seluruh nusantara, sampai saudagar Cina pun datang berbisnis.

Wahanten Girang yang berlokasi di tempat tersebut diatas, dipimpin oleh seorang raja bernama Prabu Jaya Dewata. Pada tahun1480, perahu layar para pedagang yang masuk hendak ke pelabuhan Wahanten Girang seringkali kandas karena menurunnya debit air sungai Cibanten, karenanya sang prabu memerintahkan pembangunan pelabuhan baru yang disebut dengan berlokasi di daerah Kelapa Dua kota Serang.

Dua orang yang diperintah adalah Ajar Jong Ajar Ju.Keduanya juga diperintah untuk membangun sarana jalan darat yang melintasi Kelapa Dua - Lontar - Kaloran Pena - Kaujon Kidul - Kalunjukan - dan berakhir di Wahanten Girang. Semenjak itu, perekonomian semakin pesat, kota semakin berkembang.

Vihara Avalokitesvara saksi peradaban dagang Banten-Cina
Vihara Avaloktesvara (Foto: MP/Sucitra)

Namun, sekitar tahun 1526 setelah Wahanten Girang dikuasai oleh Sultan Hasanudin yang juga dikenal dengan sebutan Sabakingking. Debit air semakin menurun, akhirnya kapal-kapal tidak bisa bersandar disana, mengakibatkan perekonomian Wahanten Girang semakin merosot.

Sabakingking sang penguasa baru, kemudian memerintahkan pembangunan pelabuhan baru, yang letaknya di tepi pantai utara, dan istana baru dibangun dekat pelabuhan tersebut, pusat pemerintahan pun berpindah, tempat yang kini disebut dengan Banten Lama.

Menurut salah seorang pemerhati sejarah dan kebudayaan Banten Iwan Subakti, pelabuhan besar yang menjadi pusat sandarnya kapal-kapal layar asing di Banten Lama, tepatnya berada di belakang Vihara Avalokitesvara.

"Lokasinya kebelakang sana," ungkapnya Selasa (3/1/2017) kepada merahputih.com.(Ctr)

Kesultanan Banten dalam sejarahnya memiliki dinamika yang menarik, salah satunya Penaklukan Wahanten Girang, Cikal Bakal Kesultanan Banten

Tags Artikel ini

Related artikel

Tranding Tags

Yuk ngobrol dengan kami