Soto Rempah Mantrijeron Bumbunya Mersap Sampai ke Pangkal Lidah Soto Rempah Mantrijeron (MP/Fredy Wansyah)

Ada begitu banyak pilihan kuliner di Yogyakarta. Mulai dari menu makanan berat sampai menu-menu ringan.
Malah, dalam satu jenis kuliner, ada begitu banyak pula lapak yang bisa jadi targetnya. Misalnya saja kuliner soto.

Nah, bicara soal soto, terutama soto Jawa, Yogyakarta adalah gudangnya selain Solo dan Surabaya. Salah satunya adalah adalah soto rempah.

Soto rempah yang recomended kali ini adalah Soto Rempah Mantrijeron. Karena berada di Mantrijeron, soto ini pun dikenal dengan Soto Mantrijeron.

Tampilan soto sama dengan soto kebanyakan. Isinya daging sapi, kol, taoge, seledri, dan bawang goreng. Yang berbeda, kuahnya sedikit bening kekuningan, tidak bening cerah. Warna ini berasal dari gabungan antara kaldu daging sapi dengan bumbu rempah yang pekat.

Warna kuning inilah yang membedakan dengan soto Yogya kebanyakan. Gurihnya bukan hanya berasal dari kaldu daging sapi, tapi juga dari bumbu yang pekat. So, terasa rempahnya hingga di pangkal lidah. Nyammi.

Ada dua pilihan menu daging di sini sebagai penambah sensasi utamanya. Keduanya ialah daging sapi dan babat. Bisa pilih, sesuai selera, daging sapi atau babat.

Soal harga, soto ini termasuk deretan soto termurah di Yogyakarta. Saat merahputih.com mencoba mencicipi gurih dan lezagtnya Soto Rempah Mantrirejo, ternyata hanya Rp 6 ribu per-porsi. Karena itu, wajar jika stok soto di sini selalu habis pada pukul 15.00 WIB. Bukanya mulai pukul 08.00 WIB.

Artikel ini berdasarkan liputan Fredy Wansyah, kontributor merahputih.com yang bertugas di wilayah DI Yogyakarta dan sekitarnya.



Widi Hatmoko

LAINNYA DARI MERAH PUTIH