Soal Wisata, Cirebon Berkaca ke Yogyakarta dan Bali Keraton Cirebon. (Instagram/djjmyrza)

Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan, Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat mengatakan, potensi pariwisata Cirebon sangat besar dan belum seluruhnya dimaksimalkan. Dari mulai aksesibilitas, seperti jalur kereta double track, pelabuhan dan Tol Cipali.

Belum lagi, Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati Majalengka yang dijadwalkan rampung pada 2018 mendatang. Hal tersebut, menurutnya, merupakan salah satu syarat mutlak untuk menjadi kota tujuan wisata.

"Aksesibilitas dan jalur wisatanya sudah tersedia. Selain itu, pendukungnya sudah ada, dalam hal ini ialah banyaknya jumlah hotel dan restoran. Cirebon itu kota kedua di Jabar setelah Bandung yang jumlah restoran dan hotelnya paling banyak," katanya.

Selain itu, di Cirebon juga banyak terdapat tempat tujuan wisata. Dari mulai wisata religi, wisata kuliner, wisata budaya dan wisata belanja pun semuanya tersedia. Sehingga, jika saja potensi tersebut dimaksimalkan dengan baik, dipastikan semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke Kota Udang ini.

Karenanya, pemerintah dan masyarakat harus bersiap diri mulai sekarang untuk mewujudkan Cirebon sebagai kota tujuan wisata.

Saat ini, menurut Arief, yang pertama harus dilakukan seluruh elemen masyarakat Cirebon ialah menggalakkan gerakan sadar wisata. Jika sadar wisata telah membumi di kalangan masyarakat, wisatawan pun akan terus berdatangan.

"Kita masih ketinggalan jauh dengan Yogyakarta dan Bali. Keamanan, kenyamanan, ketertiban masih perlu ditingkatkan lagi. Saya harapkan ada percepatan karena berpacu dengan proses pembangunan Bandara Kertajati dan jalur Tol Cirebon-Bandung. Sebelum keduanya selesai, masyarakat Cirebon harus sadar wisata," ujarnya. (Mauritz)



Zulfikar Sy

YOU MAY ALSO LIKE