Seorang Anak Alami Benjolan Pasca Vaksin di RS Harapan Bunda Rizkie Lorensea bersama anaknya di Sekretariat Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Jakarta Timur, Senin (25/7). (Foto: MerahPutih/Muchammad Yani)

MerahPutih Nasional - Kekecewaan Rizkie Lorensea, salah satu orang tua dari Aliansi Keluarga Korban Vaksin Palsu belum terobati hingga sekarang. Pasalnya, anak Rizkie Alveando yang berusia enam bulan setengah mengalami luka serius usai diberikan vaksin di Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Timur.

Di sekretariat Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Rizkie menceritakan, peristiwa ini berawal saat diminta untuk vaksin di rumah sakit tersebut. Saat itu, ia mengaku tak berniat melakukan vaksin, namun Dokter Harmon, salah satu dokter anak di Rumah Sakit Harapan Bunda menyarankan untuk diberikan vaksin kepada buah hatinya.

"Saya rencananya bukan mau vaksin tapi mau berobat karena anak saya batuk pas umur sebulan. Tapi, Dokter Harmon menawarkan untuk vaksin," katanya di Komnas PA, Jalan TB Simatupang, Jakarta Timur, Senin (25/7).

Setelah berobat, Rizkie pun disuruh membayar biaya berobat ke kasir. Namun, ia dipanggil lagi oleh seorang suster agar membayar biaya penyuntikan vaksin sebesar Rp1.900.000. Suster tersebut mengatakan, pembayaran uang melaluinya lebih murah dibandingkan bayar melalui kasir.

"Jadwal bulan Maret, saya di-WA (Whats App) susternya untuk jadwal vaksin BCG. Tapi karena Dokter Harmon enggak ada, saya pilih Dokter Indra karena dokter ini banyak pasiennya. Waktu itu, saya bayar di suster juga tapi susternya beda, harganya sama Rp1.900.000," ucap Rizkie.

Seminggu setelah vaksin, anak Rizkie malah memiliki benjolan sekitar 15 cm dari jarak suntik. Semakin lama, benjolan tersebut semakin besar. Hingga akhirnya ia pun kembali berkonsultasi dengan Dokter Harmon.

"Ibu vaksin BCG di mana?" kata Rizkie menirukan kata-kata Dokter Harmon.

"Sama, di sini (Rumah Sakit Harapan Bunda) tapi sama Dokter Indra," jawab Rizkie.

"Kalau saya vaksin enggak pernah di paha tapi di tangan apalagi vaksin BCG. Tapi, ini enggak bahaya nanti dikompres saja," ujar Dokter Harmon saat itu.

Namun, saran dari Dokter Harmon tidak membuahkan hasil. Pasalnya, benjolan tetap ada dan semakin parah. Saat Lebaran kemarin, benjolan Alveando pecah dan mengeluarkan nanah dan darah.

"Waktu saya konsultasi ke rumah sakit di Gatot Subroto, katanya anak saya penyuntikannya terlalu dalam, terus dosisnya terlalu tinggi. Karena kalau BCG kan harus hati-hati," jelas Rizkie.

Meski luka yang dimiliki anaknya semakin parah, saat itu Rizkie masih belum menaruh curiga dan tetap melakukan vaksin di Rumah Sakit Harapan Bunda. Ia mengaku telah melakukan vaksin sebanyak lima kali di Rumah Sakit Harapan Bunda.

Rizkie berharap, ada tanggung jawab dari pihak rumah sakit. Ia tidak ingin ada dampak panjang pada kesehatan buah hatinya. "Minta tolong dibantu, soalnya sampai hari ini belum ada kejelasan," tutupnya. (Yni)

BACA JUGA:

  1. Komnas PA Pertemukan Orang Tua Korban Vaksin Palsu dengan Pihak RS
  2. Tetap Semangat, Orang Tua Korban Vaksin Palsu Mengadu Ke Komnas PA
  3. Kejaksaan Agung Belum Terima Berkas Tersangka Vaksin Palsu
  4. Tragedi Vaksin Palsu: Ada Apa dengan RS Harapan Bunda?
  5. RS Harapan Bunda, Soeharto: Terlalu Menyepelekan Masalah Vaksin Palsu

Tags Artikel Ini

Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH