Sekjen BMI Lontarkan Kritik Pedas Terhadap Penghadang Djarot Pasangan Ahok-Djarot bersama Megawati (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Penolakan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua Djarot Saiful Hidayat saat menghadiri undangan peringatan Supersemar di Masjid At-Tin, Sabtu (11/3) lalu mengundang reaksi dari berbagai pihak.

Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Banteng Muda Indonesia (BMI), Haji Antoni Wijaya mengatakan pihaknya siap berhadapan dengan siapapun yang coba menghalang-halangi calon petahana tersebut.

"Kami mengecam keras tindakan sejumlah kelompok yang menghadang Pak Djarot saat menghadiri undangan peringatan Supersmar di Masjid At-Tin, Sabtu lalu. Siapapun yang coba menghadang dan menghalang-halangi pak Djarot, mereka akan berhadapan dengan kami dan kami siap pasang badan," ujar Antoni melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (13/3).

Atas tindakan amoral itu, Antoni pun mempertanyakan keimanan sekelompok oknum umat Islam tersebut.

"Mereka itu Islam apa? Perlu dipertanyakan keislamannya, atau jangan-jangan malah penyembah setan, Islam tidak begitu, di mana akhlakul karimah-nya" tegas Antoni.

Antoni menjelaskan, Islam itu adalah agama rahmatan lil 'alamin, agama yang mengajarkan kebaikan kepada siapapun, sesuai yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

"Islam tidak menganjarkan kebencian, apalagi permusuhan," tandasnya.

Seperti diketahui, Djarot Saiful Hidayat yang pada Pilkada Gubernur DKI Jakarta 2017 berpasangan dengan Basuki Tjahaya Purnama, mengaku diundang secara resmi oleh panitia peringatan Supersemar.

Djarot yang mendapat undangan resmi (VIP) dari panitia, mendapat serangan verbal berupa teriakan dan cemoohan dari sejumlah peserta acara, bahkan sempat dilarang memasuki masjid. Perlakuan yang sama juga terjadi saat dirinya bersama rombongan meninggalkan lokasi tersebut. (Fdi)

Baca juga berita terkait tentang pengusiran Djarot di sini: Sekber: Kalau Mengaku Agamis Tunjukkan "Ikromu Ad Dhuyuf"



Luhung Sapto

YOU MAY ALSO LIKE