Sekber: Kalau Mengaku Agamis Tunjukkan "Ikromu Ad Dhuyuf" Djarot mengacungkan dua jari saat Konser Gue 2. (MP/Yohanes Abimanyu)

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat nomor pemilihan 2 mendapat perlaku tak simpatik dari masyarakat saat menghadiri acara Shalawat untuk Negeri di Masjid Agung At Tin, Jakarta Timur, Sabtu (11/3). Sekelompok masyarakat melakukan penghadangan kepada Djarot yang menjadi tamu di acara tersebut.

"Djarot itu seorang Muslim, apalagi dia resmi diundang oleh panitia acara Supersemar, harusnya sebagai tamu harus dimuliakan. Kalau mengaku seorang agamis tunjukkan "Ikromu Ad Dhuyuf" (memuliakan tamu), apalagi tempatnya di Masjid, bukan malah diusir," ujar Juru Bicara Sekretariat Bersama Rakyat (Sekber) Rijal Ilyas dalam keterangan tertulis, Minggu (12/3).

Selain melakukan penghadangan, sekelompok massa juga mencoba memprovokasi. Tindakan penghadangan dan penolakan terhadap calon wakil gubernur petahana itu dikecam keras.

"Panitia harus bertanggung jawab dan meminta maaf kepada Pak Djarot atas kejadian penghadangan dan penolakan tersebut, agar ke depan tidak menimbulkan kegaduhan yang bisa menimbulkan perpecahan, apalagi saat ini momennya sedang Pilkada," kata Rijal melanjutkan.

Sebelumnya, Djarot mendapat undangan dari panitia acara. Saat turun dari mobil, Djarot disambut teriakan tak sopan.

"Wooo, woooo," teriak mereka kepada Djarot. "Enggak diundang, enggak diundang," teriak warga. "Bubar, bubar, bubar," sambung mereka mengiringi Djarot dan ajudannya yang berjalan kaki menuju area masjid.

Acara Shalawat untuk Negeri juga mengundang Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dan Da'i Aa Gym.



Luhung Sapto

YOU MAY ALSO LIKE