Ribuan Buku Radikalisme di Situbondo Ditarik

Fredy WansyahFredy Wansyah - Selasa, 07 April 2015
Ribuan Buku Radikalisme di Situbondo Ditarik

Seorang pengunjung membaca buku komik di kedai penyewaan dan penjualan buku, Jl Chairil Anwar, Padang, Sumatera Barat, Selasa (7/4). (Foto: Antara/ Iggoy el Fitra)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Pendidikan - Polres Situbondo, Jawa Timur, bersama dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, secara resmi menarik ribuan buku pendidikan agama Islam yang tersebar luas di SMA/MA/SMK/MAK se-Kabupaten Situbondo pada Senin (6/4). Penarikan ribuan buku dilakukan karena adanya paham radikalisme dalam buku-buku tersebut. (Baca: Jelang UN Pekan Depan, Pendistribusian Soal di Sulses Rampung)

"Pemkab bersama Polres Situbondo sengaja melakukan penarikan buku-buku ini karena ada materi yang bisa mengundang penafsiran yang macam-macam. Kami minta para wali murid atau para orangtua siswa tidak perlu resah, karena kami sudah mengambil langkah-langkah," Ucap Kapolres Situbondo, AKBP Hadi Utomo," seperti dilansir dari akun facebook Divisi Humas Mabes Polri, Selasa (7/4).

Lebih lanjut AKBP Hadi Utomo menjelaskan, buku-buku yang sudah ditarik akan disimpan di gudang kantor Dinas Kabupatan Situbondo, Jawa Timur. Dinas pendidikan sendiri hingga kini akan mendatangkan ahli agama untuk melakukan kajian lebih dalam atas buku-buku yang mengajarkan paham radikal tersebut.

"Penarikan ini hanya sementara. Jika memungkinkan untuk dipelajari siswa, maka buku-buku tersebut akan dikembalikan lagi ke sekolah," tandas AKBP Hadi Utomo. (Baca: 10 Kampus Terbaik Dunia)

Ribuan buku yang ditarik merupakan Buku Pendidikan Agama Islam (PAI). Penarikan buku tersebut lantaran diindikasi adanya paham radikal. Dalam buku setebal 170 halaman tersebut juga memuat salah satu paham yang memperbolehkan melakukan pembunuhan kepada siapa pun bagi mereka yang tidak menyembah Allah SWT.

Buku-buku yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2014 itu kini dikumpulkan di Posko Penarikan Buku PAI Kelas XI, di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo. (bhd)

#Polisi #Gerakan Radikal
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Mutasi Gelombang Tiga, Kapolri Sasar Bintang Satu dan Kombes
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan, rotasi tersebut merupakan bagian dari pembinaan karier sekaligus penyesuaian kebutuhan organisasi.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
Mutasi Gelombang Tiga, Kapolri Sasar Bintang Satu dan Kombes
Indonesia
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Perintahkan Bawahan Memahami Masyarakat
Setiap anggota dituntut untuk menjalankan tugas secara bertanggung jawab dengan mengutamakan kepentingan masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Perintahkan Bawahan Memahami Masyarakat
Indonesia
Satpol PP DKI Terluka dan Alami 6 Jahitan, Polisi Cari Pelaku
Diduga ada dua orang pelaku pemukulan yakni yang memukul menggunakan helm dan melakukan pemukulan kepada petugas di lampu merah CSW.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Satpol PP DKI Terluka dan Alami 6 Jahitan, Polisi Cari Pelaku
Indonesia
Buronan Pembunuhan Perempuan di Surabaya Ditangkap di Malaysia
Pada Jumat (2/10) pukul 01.11 waktu Malaysia, MKA diamankan Tim E3 Special Branch PDRM Bukit Aman bersama IPK Selangor dan IPD Sungai Buloh.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Buronan Pembunuhan Perempuan di Surabaya Ditangkap di Malaysia
Indonesia
DPR Pantau Rotasi Massal dan Cepat Polisi oleh Kapolri, Ingatkan Soal Pengawasan Internal
Sahroni menegaskan pengawasan internal Polri harus tetap berjalan agar pelayanan kepolisian kepada masyarakat semakin baik dan tidak hanya merespons persoalan yang menjadi perhatian publik.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
DPR Pantau Rotasi Massal dan Cepat Polisi oleh Kapolri, Ingatkan Soal Pengawasan Internal
Indonesia
Jelang Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand, Polisi Atur Rute hingga Mobilitas Suporter di GBK
Sebanyak 10.121 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di SUGBK.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 05 Oktober 2026
Jelang Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand, Polisi Atur Rute hingga Mobilitas Suporter di GBK
Indonesiaku
Sebelum Jadi Kapolri, Suyudi Ario Seto Pernah Jadi Semifinalis Cover Boy 1988
Ketika usianya masih belia dan kehidupannya masih sebagai seorang pelajar, ia sempat mencoba peruntungan di dunia modeling dengan mengikuti ajang Cover Boy.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Sebelum Jadi Kapolri, Suyudi Ario Seto Pernah Jadi Semifinalis Cover Boy 1988
Indonesia
Satu Warga Tewas Saat Diduga Tengah Tawuran Akibat Tembakan di Makassar, 5 Polisi Diperiksa
pemeriksaan yang dijalankan tersebut ditanyakan berapa orang yang bertugas, dan apakah sudah menjalankan prosedur memberikan tembakan peringatan, termasuk senjata api yang digunakan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Satu Warga Tewas Saat Diduga Tengah Tawuran Akibat Tembakan di Makassar, 5 Polisi Diperiksa
Olahraga
Tak Hanya di Lapangan, Polisi Juga Lakukan Patroli Siber selama FIFA ASEAN CUP 2026
Pola pengamanan disiapkan untuk menghadapi tingginya mobilitas selama turnamen, termasuk pergerakan suporter.
Dwi Astarini - Senin, 21 September 2026
Tak Hanya di Lapangan, Polisi Juga Lakukan Patroli Siber selama FIFA ASEAN CUP 2026
Indonesia
Kawasan Elit Tangerang Selatan Jadi Tempat Home Industry Tembakau Sintetis
Tiga tersangka, yakni MR, IN, dan NK, diamankan pada Senin (7/9) sekitar pukul 16.30 WIB di kawasan perumahan U-Ville Bintaro Jaya, Tangerang Selatan.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Kawasan Elit Tangerang Selatan Jadi Tempat Home Industry Tembakau Sintetis
Bagikan