Puluhan Jerat Harimau Ditemukan di TNKS Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra)

Tim Pelestarian Harimau Sumatera Kerinci Seblat menemukan setidaknya 49 jerat harimau aktif di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), selama 2016. Penemuan itu mengindikasikan pemburuan hewan yang dilindungi tersebut semakin gencar.

"Pernah ketika tim kami melakukan patroli dari lima orang yang berangkat, empat petugas yang ada malah terjerat perangkap harimau, dan lokasi pemasangan semakin jauh ke dalam hutan," kata Field Manajer Pelestarian Harimau Sumatera Kerinci Seblat Hamidi di Padang, Jumat (19/5).

Ia menyampaikan hal itu pada rapat pembahasan program pokja pengamanan dan perlindungan kawasan TNKS wilayah Sumbar menindaklanjuti nota kesepahaman Balai Besar TNKS dengan empat polda.

Dalam empat tahun terakhir, temuan jerat harimau aktif tertinggi terjadi pada 2015 sebanyak 76 jerat, 2013 sebanyak 63 jerat dan 2014 61 jerat.

"Jerat harimau aktif tersebut langsung dibongkar oleh petugas begitu ditemukan," katanya.

Ia menerangkan, jerat yang ditemukan dalam bentuk tali sling yang dikaitkan ke tanah dan pepohonan dan biasanya dipasang di jalur perlintasan harimau.

Selain itu, pada 2016 sejumlah pelaku kegiatan ilegal juga terekam kamera otomatis yang dipakai untuk memantau harimau Sumatera di area Muko-Muko, Kerinci dan Merangin.

Kemudian berdasarkan kamera tersebut juga terpantau seekor harimau yang kaki kiri depannya buntung akibat jerat harimau dan hingga saat ini hewan tersebut terpantau masih hidup di wilayah Muko-Muko bagian utara.

"Harimau yang cacat ini bisa menimbulkan konflik dengan manusia," ujarnya.

Sumber: ANTARA



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH