Pria, Jangan Atasi Depresi Sendiri Depresi terjadi akibat penurunan neurotransmiter. (Foto: pixabay.com)

Sering terbangun dini hari dan merasa seluruh dunia melawan Anda? Coba cek, jangan-jangan Anda sedang mengalami depresi ringan. Gangguan psikiatri serius ini sering dijumpai dan menjadi lebih sering dengan bertambahnya usia.

Anda rentan mengalami depresi apabila terjadi ada riwayat keluarga depresi, terkena stroke, sedang menduda, serta terasing dari lingkungan. Menurut penulis buku Panduan Kesehatan Keluarga, Dr Miriam Stoppard, depresi terjadi akibat penurunan neurotransmiter, zat kimia dalam otak yang berfungsi menjaga suasana hati tetap baik.

Jika Anda mengalami gejala depresi, cara termudah yang dapat dilakukan sendiri di rumah ialah mengubah pola makan. Hindari junk food, gula, alkohol dan kafein!

Sebaliknya, tingkatkan asupan sereal gandum, sayuran, buah, daging tanpa lemak, susu rendah lemak, dan ikan. Konsumsi makanan yang mengandung asam amino triptofan seperti ayam, ikan, kacang polong dan tanah, serta selai kacang. Sahabat MerahPutih juga bisa menyantap makanan-makanan tersebut dengan kentang, pasta atau nasi yang mengandung karbohidrat.

Meski mengubah pola makan dapat dilakukan sendiri, Anda sebaiknya tidak mengatasi depresi sendiri. Anda mungkin terbiasa hidup mandiri, namun saat sedang depresi, Anda harus bergantung pada orang lain. Bicarakan apa yang Anda rasakan kepada orang terdekat yang dapat dipercaya juga bisa memberi solusi. Sahabat MerahPutih akan melihat banyak hal dari perspektif berbeda serta mendapatkan dukungan emosional dari orang lain.

Bila Anda termasuk orang yang introvert, membuka diri bisa jadi dirasa amat sulit. Jangan biarkan perasaan itu menguasai diri. Satu lagi, hindari menyendiri, lalu mintalah bantuan psikolog atau lembaga konseling yang ada di kota Anda!

Para pria juga sebaiknya membaca artikel Pria, Ini Solusi Hadapi Pasangan Berkarakter Social Climber.


Tags Artikel Ini

Rina Garmina

YOU MAY ALSO LIKE