Polisi Diminta Usut Aktor Intelektual Terompet Bersampul Alquran
TEROMPET DARI SAMPUL ALQURAN (FOTO FACEBOOK)
MerahPutih Peristiwa - Kepolisian diminta mengusut tuntas kasus pembuatan dan peredaran terompet berbahan sampul Alquran, termasuk mencari aktor intelektual yang mungkin terlibat mengingat peristiwa serupa beberapa kali terulang.
"Peristiwa ini telah berulang kali terjadi seperti kasus celana jeans dan kaos bertuliskan ayat Quran, kasus sandal berlafadz Allah dan lainnya yang terjadi belakangan," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Sodik Mudjahid di Jakarta, Selasa (29/12) seperti dikutip Antara.
Di zaman Orde Baru pekerjaan seperti ini sering dilakukan oleh Badan Koordinasi Intelijen Negara. Tujuannya, terus-menerus membangun konflik di masyarakat agar masyarakat lemah.
"Di sisi lain, pemerintah makin superior dan juga agar masyarakat tidak sempat berpikir apalagi mengkritisi perilaku pemerintah pada saat itu," katanya. Menurut Mudjahid, bisa saja kasus terompet dari sampul Alquran ini pekerjaan aktor intelektual di masa kini.
Sementara itu Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin meminta masyarakat agar tidak terprovokasi. Kasus terompet ini dapat masuk kategori penistaan Islam setelah kasus sandal Glacio yang sempat ramai sebelumnya.
"Meminta umat Islam untuk dapat menahan diri dan tidak bereaksi berlebihan," kata Din.
Mantan Ketua Umum Muhammadiyah ini juga telah meminta jaringan MUI di Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal dan sekitarnya untuk mengadukan perkara terompet itu ke Polri. Dengan begitu, unsur yang terlibat dapat diproses secara hukum, baik pembuat, penerima dan penjualnya.
Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah mengamankan 2,3 ton kertas sampul Alquran disita dari produsen di Klaten. Kertas sampul Alquran tersebut diduga dipakai sebagai bahan baku untuk membuat terompet yang sempat beredar di Kabupaten Kendal.
Terompet berbahan baku diduga Alquran tersebut berawal dari temuan warga di salah satu toko modern di Kebondalem, Kabupaten Kendal. Puluhan terompet yang belum sempat terjual diamankan di sejumlah toko modern.
Namun, tidak sedikit terompet yang diduga bermasalah tersebut telah laku terjual. Otoritas Alfamart sebagai retail penjual terompet tersebut mengaku tidak mengetahui karena kondisinya telah terbungkus hiasan plastik. Dari tampilannya, pada bahan baku terompet tersebut tertera tulisan Kementerian Agama tahun 2013 serta kaligrafi bertulisan Arab.
BACA JUGA:
Bagikan
Berita Terkait
Tarif MRT Jakarta Rp1 Berhasil Tarik 326.372 Pelanggan Saat Malam Tahun Baru, Blok M Hub Jadi Magnet Utama
Jakarta Hasilkan 132 Ton Sampah Malam Tahun Baru, Kawasan Tamansari Jadi Penyumbang Terbanyak
Jakarta Global City Penuh Cinta! Malam Tahun Baru 2026 Hasilkan Donasi Rp3,1 Miliar untuk Korban Bencana Sumatra
DLH DKI Turunkan Truk Destroyer dan Ribuan Petugas Demi Jakarta Bersih Sebelum Matahari Terbit
Pesta Malam Tahun Baru 2026 Jakarta Himpun Donasi Rp3 Miliar untuk Korban Bencana Sumatera
Atraksi Drone Meriahkan Malam Pergantian Tahun Baru 2026 di Bundaran HI Jakarta
36 Kantong Parkir Disiapkan di Sekitar Sudirman-Thamrin untuk Perayaan Tahun Baru 2026
Transjakarta, MRT, dan LRT Gratis saat Malam Tahun Baru 2026
Pemprov DKI Ajak Warga Rayakan Tahun Baru 2026 dengan Donasi, Catat Lokasi Sejumlah Titik Perayaan!
7 Ide Merayakan Tahun Baru Tanpa Kembang Api, Tetap Hangat dan Berkesan!