Polda Jemput Paksa Rekan Bisnis Sandiaga Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Argo Yuwono. (MP/John Abimanyu)

Polda Metro Jaya menjemput paksa rekan bisnis Sandiaga Uno, Andreas Tjahjadi saat tiba dari luar negeri di Bandara Soekarno Hatta dini hari tadi sekitar pukul 01.00 WIB.

"Dua kali dipanggil tidak hadir ya sudah kita ambil di bandara kita bawa ke Polda," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono di Makodam Jaya, Rabu (13/4).

Penjemputan Andreas merupakan buntut dari laporan oleh RR Fransiska Kumalawati Susilo selaku kuasa hukum Djoni Hidayat atas kasus dugaan penggelapan aset penjualan tanah di Jalan Raya Curug, Tangerang Selatan, Banten 2012 silam. Dalam perkara ini Andreas dan Sandiaga menjadi terlapor.

Laporan itu diterima Polda Metro dengan nomor LP/1151/III/2017/PMJ/Ditreskrimum tanggal 8 Maret 2017. Kasus ini telah ditindaklanjuti dengan keluarnya surat perintah penyelidikan Nomor SP.Lidik/808/III/2017/Ditreskrimum tanggal 9 Maret 2017. Sandiaga dilaporkan atas kasus penggelapan sesuai pasal 372 KUHP.

Sandiaga sebelumnya telah memenuhi panggilan penyelidik untuk mengklarifikasi kasus yang menjeratnya. Saat memenuhi panggilan, calon wakil gubernur DKI Jakarta itu membawa dokumen berkaitan dengan kasusnya.

Meski dijemput paksa, status Andreas saat ini masih sebagai saksi. Andreas juga belum dipastikan apakah dilakukan pencekalan pasca dijemput paksa pagi tadi. "Nanti kita lihat dulu lah ya. Masa saksi dicekal," kata Argo. (Ayp)

Mangkir Panggilan Polisi, Rekan Bisnis Sandiaga Uno ke Luar Negeri



Luhung Sapto

YOU MAY ALSO LIKE