Polda Jatim Tunggu DNA Keluarga Terduga Teroris Ilustrasi pencegatan teroris (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah)

Usai melumpuhkan enam terduga teroris saat melakukan kontak senjata di Desa Bejo, Tuban Polda Jatim akan menunggu tes DNA keluarga para pelaku.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera di RS Bhayangkara Polda Jatim Surabaya, Minggu mengatakan bahwa pihaknya telah menerima data primer dan sekunder dan telah dilakukan pemeriksaan sejak Sabtu malam pukul 22.00 WIB sampai dengan tadi pagi dibantu Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

"Data primer dan sekunder ini harus dicocokkan dengan pembanding. Kami sudah mendapat semua data primer dan sekundernya dari TKP di Tuban. Tapi data pembanding inilah yang kita tunggu untuk melegalisasi akuntabilitas dan identifkasi," kata Kombes Frans, Minggu (9/4).

"Polda Jatim sudah menghubungi Polda Jawa Tengah untuk mengundang pihak keluarga terduga teroris untuk diambil data contoh pembanding ini dan dicocokkan ke data primer dan sekunder," ujarnya.

Ketika disinggung keterkaitan dengan teroris Tuban dan teroris yang sehari sebelumnya ditangkap di daerah Lamongan, dia mengatakan, hal itu nanti akan mejadi konsumsi dari kepolisian untuk melakukan evaluasi dalam pemberantasan terorisme dan melihat kaitan atau tidaknya.

"Kami sudah memiliki data untuk menindaklanjuti hal-hal yang mengenai eskalasi di lapangan," tuturnya.

Sebelumnya, petugas gabungan dari Polres Tuban, Brigadir Mobil (Brimob) dan TNi menembak mati terduga teroris saat kontak senjata pukul 17.00 WIB di Tuban.

Terduga teroris sempat menembak salah anggota Satlantas Polres Tuban saat mobilnya dihentikan petugas kepolisian di jalur Tuban arah Semarang, di Desa Beji, Kabupaten Tuban saat dilakukan kegiatan pengamanan pascapenangkapan teroris di Lamongan, Jawa Timur, Jumat (7/4).

Sumber: ANTARA



Noer Ardiansjah

YOU MAY ALSO LIKE