Pilgub DKI, Momentum Rizieq Shihab Introdusir Gagasan NKRI Syariah? Syafiq Alieha, tokoh muda NU (MP/Rizki Fitrianto)

Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017 dinilai menjadi momentum Ketua Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab untuk mengintrodusir gagasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (RI) bersyariah.

Hal itu disampaikan, Intelektual Muda Nahdatul Ulama (NU), Syafiq Alieha usai diskusi bertajuk "Menelaah Potensi Radikalisme Di Pilkada DKI Jakarta" di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/3).

Syafiq mengatakan, dalam Pilkada DKI Jakarta ini terlalu banyak isu-isu agama yang ditumpangi kepentingan politik. Begitu pun sebaliknya, hingga Rizieq Shihab mencetuskan gagasan NKRI Syariah beberapa waktu lalu.

"Riziq bisa mengintrodusir gagasan NKRI bersyariah. Dulunya kan gak ada, tapi karena Pilkada Jakarta, karena ada ratusan ribu orang diajak aksi untuk menentang Ahok, menuntut Ahok dipenjara dia kemudian punya momentum untuk mengintrodusir gagasan NKRI bersyariah," ujarnya.

Direktur NU online ini juga menilai, gagasan Rizieq Shihab tersebut tak ubahnya ingin menggugat dasar negara kita yang dulu sudah disepakati oleh para Founding Fathers NKRI. Syafiq khawatir, jika ini diteruskan konsekuensi besar akan ditanggung bangsa kita.

"Seolah-olah indonesia harus dibicarakan dari awal. Padahal Indonesia sudah berdiri dan dulu pun sudah disepakati oleh tokoh-tokoh muslim, mulai dari NU, Muhamadiyah, Persis, Syarikat Islam. Isu-isu Ini menempatkan Indonesia ke posisi yang problematis dan riskan," tegasnya.

Dia juga menambahkan selama masih berupa gagasan, apa yang dicetuskan Riziq itu tidak mengandung konsekuensi hukum, karena punya pandangan berbeda itu di jamin konstitusi kita.

"Sepanjang masih berupa gagasan tidak ada masalah. Berpandangan beda itu masih konstitusional karena berpandangan beda itu dijamin konstitusi. Tetapi kalau dia memaksakan untuk mendorong perubahan konstitusi, itu ya tidak bisa dibenarkan," pungkasnya.(Pon)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH