Perludem: Masyarakat Harus Merdeka dari Intimidasi Saat Memilih Warga saat pencoblosan Pilgub DKI 2017 putara pertama di TPS 4 Gambir, Jakarta Pusat. (MP/Dery Ridwansah)

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menilai saat pencoblosan surat suara di TPS harus jadi perhatian penyelenggara pemilu dan aparat keamanan seiring potensi memanasnya situasi politik pada Pilkada DKI Jakarta putaran kedua.

"Ini yang harus kita perhatikan, tidak boleh ada tindakan intimidatif baik secara fisik maupun psikis kepada masyarakat yang akan menggunakan hak pilihnya besok," kata Titi di Kantor ICW, Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Selasa (18/4).

Seperti diketahui, massa 'Tamasya Al Maidah' akan menurunkan 1,3 juta orang ke 13.034 TPS untuk mengawal jalannya pemungutan suara. Setiap TPS akan diawasi 100.000 orang.

"Besok pemilih harus memilih dengan merdeka. Merdeka artinya apa, terbebas dari semua ancaman, tanpa tekanan, tanpa paksaan, tanpa pengaruh yang dipaksakan dan mereka memilih dengan memahami apa proses yang sedang berlangsung serta mendapatkan informasi yang benar," pungkasnya.

Titi mengapresiasi langkah penyelenggara pemilu dan aparat penegak hukum yang telah mengeluarkan surat maklumat tentang pelarangan melakukan mobilisasi massa pada pelaksanaan pemungutan suara ke TPS-TPS. Menurutnya surat maklumat itu adalah salah satu cara untuk memastikan pelaksanaan pilkada DKI Jakarta putaran kedua jauh dari intimidasi ataupun paksaan. (Pon)

Baca juga berita lain terkait pilkada di: SBB BMI Gelar Persiapan 3.000 Pasukan Pengawal Pilgub DKI



Luhung Sapto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH