Pengendara Ojek Online Bentrok dengan Sopir Angkot, Ratusan Penumpang 'Keleleran' Penumpang terlantar naik mobil polisi. (FOTO Antara/Licky)

Aksi demo ratusan sopir angkutan kota (angkot) di Kota Tangerang yang berujung bentrok, Rabu (8/3), membuat ratusan penumpang di sejumlah jalur di Kota Tangerang kelimpungan, tak dapat tumpangan. Puluhan mobil polisi pun dikerahkan untuk mengatasi penumpang yang 'keleleran' di sepanjang jalur angkot.

"Enggak ada angkot yang jalan, semua angkot pada demo," ujar Winda, salah seorang penumpang angkutan umum yang kesulitan mendapatkan angkot.

Aksi oleh ratusan sopir angkot ini adalah sebagai bentuk penolakannya terhadap keberadaan kendaraan angkutan umum berbasis online, seperti ojek online dan taxi online.

Informasi yang berhasil dihimpun merahputih.com, dalam bentrok tersebut ada sekitar lima angkot yang kacanya dipecahkan oleh pengendara ojek online. Dua kubu itu saling serang dengan lemparan batu. Aksi brutal ini bermula ketika puluhan pengemudi ojek online melakukan sweeping terhadap sopir angkot di depan Polres Metro Tangerang.

Aksi nekat para pengendara ojek online ini merupakan aksi balasan karena mereka merasa diperlakukan kasar oleh angkot yang menggelar demo di beberapa titik di Kota Tangerang. Untuk menghentikan aksi mereka, polisi juga sempat membuang tembakan peringatan.

Koordinator aksi, Umar mengungkapkan, armada angkot yang ikut dalam aksi tersebut adalah angkot R07 Binong-Malabar, R06 A Bonang- Cikokol R06 B Legok-Pos R19 Perum 2- Gading Serpong, dan R13 Klp Dua- Perumnas 1, atau sekitar 600 angkot.



Widi Hatmoko

YOU MAY ALSO LIKE