Pengelolaan Kawasan Wisata Tanjung Kait Butuh Campur Tangan Pemerintah Perahu sewaan di kawasan wisata Pantai Tanjung Kait. (MP/Widi Hatmoko)

Pengelolaan kawasan wisata Pantai Tanjung Kait, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang butuh campur tangan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang.

Karena pengelolaan kawasan wisata yang selama ini dikelola secara liar oleh warga sekitar ini, selain tidak memberikan rasa nyaman kepada masyarakat pengunjung, juga tidak memberikan pendidikan yang baik terhadap masyarakat dalam meningkatkan potensi destinasi yang sebenarnya bisa memberikan dampak perekonomian yang cukup bagus magus bagi masyarakat sekitar.

"Harusnya, ini ada campur tangan dari pemerintah. Jangan dibiarkan liar begitu. Kasihan juga bagi pengunjung yang benar-benar ingin berekreasi," ujar salah seorang tokoh masyarakat Mauk, sekaligus pemerhati budaya di Kabupaten Tangerang, Mimy Chaitamy kepada merahputih.com.

Ia juga mengungkapkan, pada tahun 90an, kawasan ini tertata rapi, karena dikelola oleh pengembang. Namun setelah terjadi permaslahan internal di perusahaan tersebut, kawasan ini terbengkalai dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara liar untuk mengais rezeki dengan cara-cara mereka sendiri.

"Jadinya sekarang ini ribet, semrawut. Padahal dulu itu ada speadboad, karena di sekitarnya kan ada Pulau Bidadari atau Pulai Laki, bagian dari Kepulauan Seribu. Sekarang, sudah rusak, mau main-main turun ke pantai juga, sekarang sudah berlumpur," katanya.

Menurut Mimy, jika kawasan wisata Pantai Tanjung Kait ini dikelola dengan baik oleh pemerintah, tidak hanya memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, tapi berpotensi menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena kawasan ini berbatasan langsung dengan Kepulauan Seribu, dimana masyarakat, terutama masyarakat Tangerang akan lebih mudah mendapatkan akses untuk berekreasi ke Kepulauan Seribu, ketimbang harus jauh-jauh melalui jalur Ancol Jakarta Utara.

"Sekarang, wisatawan ke Tanjung Kait paling hanya melihat pantai yang kondisinya juga sudah mulai rusak, atau berburu kuliner laut saja. Coba kalau ada fasilitas penunjang yang lain, saya yakin, ini akan memperkaya destinasi wisata bahari di Kabupaten Tangerang," tandasnya.



Widi Hatmoko

LAINNYA DARI MERAH PUTIH