Pelestarian Museum Radya Pustaka Harus Libatkan Masyarakat (MP/Win)

Keberadaan Museum Radya Pustaka Solo tampaknya akan lebih dimanfaatkan fungsinya. Selain sebagai lokasi menyimpan peristiwa masa lampau dan juga sarana edukasi, salah satu museum tertua di Indonesia ini akan lebih mengajak masyarakat untuk ikut melestarikannya.

Kepala UPTD Museum Dinas Kebudayaan (Disbudpar) Kota Solo Bambang MBS, menerangkan, dalam hal ini masyarakat tidak hanya melihat koleksi museum saja, namun juga terlibat aktif dalam kegiatan museum.

(MP/Win)
(MP/Win)

"Misalnya, saat jamasan Pusaka yang kami lakukan setiap bulan Sura. Masyarakat bisa bergabung. Sehingga masyarakat bisa merasakan, bagaimana cara menjamas, bahannya apa saja dan lainnya. Jadi tidak hanya sebagai penonton,” urai Bambang kepada merahputih.com.

Dengan begitu, bukan tak mungkin masyarakat juga melestarikan, menjaga dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap museum. ”Mungkin kita akan coba mulai tahun ini. Tak ada salahnya museum membuka diri kepada masyarakat. Karena memang hal ini cukup berkaitan,” katanya.

Artikel ini berdasarkan liputan Win, kontributormerahputih.com yang bertugas di wilayah Solo dan sekitarnya. Untuk mengikuti artikel lainnya, baca juga: Harmonisasi Orang-Orang Tionghoa Dan Santri Jawa di Lasem


Tags Artikel Ini

Selvi Purwanti

LAINNYA DARI MERAH PUTIH