Paskah, Warga Palangka Raya Bermalam di Makam Keluarga  Ilustrasi ziarah ke makam keluarga saat Paskah (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)

Warga ibu kota provinsi Kalimantan Tengah ramai melakukan ziarah pada perayaan Paskah 2017, para bahkan bermalam di pekuburan Kristen di Jalan Tjilik Kilometer 2,5, Kota Palangka Raya.

Sebagaimana dilansir Antara, Sabtu (15/4) warga Palangka Raya, Heri di kawasan pemakaman pada Sabtu malam pengatakan, dia bersama keluarga tak hanya melakukan ziarah tetapi juga bermalam di lokasi pemakaman.

"Setiap tahun saat perayaan Paskah selain ziarah, kami juga menginap di sini. Kami baru kembali ke rumah pada pagi hari," katanya.

Menurut pria yang juga keluarga mantan Ketua Kerukunan Warga Dusun Maanyan dan Lawangan (Dusmala) Kota Palangka Raya, bermalam di pemakaman tersebut bagi warga di Kalimantan Tengah khususnya di Palangka Raya telah menjadi tradisi.

"Setahu saya aktivitas ini hanya ada di Kalteng dan dilakukan saat Paskah. Bahkan, untuk wilayah lain seperti di Jawa, para peziarah langsung kembali ke rumah usai berziarah di makam keluarga," katanya.

Meski demikian dia mengaku tidak mengetahui kapan dan di mana tradisi tersebut berawal dan siapa yang mencetuskan. Warga "Kota Cantik" lainnya, R Nelson mengatakan, dia juga tidak mengetahui asal tradisi bermalam di pemakaman itu dilaksanakan.

"Terus terang saya juga tidak tahu soal itu karena sejak saya kecil kegiatan ini sudah berlangsung," katanya.

Berdasar pantauan pada Sabtu malam, pemakaman Kristen itu semakin dipadati ribuan peziarah. Kawasan yang pada hari biasa terlihat sunyi tersebut, semakin malam semakin riuh dan sesak peziarah. Selain itu, kawasan yang biasanya gelap pun menjadi terang benderang oleh nyala lilin yang dinyalakan di setiap makam.

Sesaknya kawasan itu tak hanya terjadi di area pemakaman, tetapi akses jalan masuk hingga jalan raya yang letaknya berada tepat di depan pemakaman pun terjadi kemacetan. Halaman pertokoan dan pinggir jalan raya di sekitar lokasi, mendadak dijadikan kawasan parkir para peziarah.

Di area kiri dan kanan jalan menuju pemakaman, sejumlah pedagang bunga, pedagang makanan dan minuman bahkan mainan juga menjajakan dagangannya. Aparat keamanan seperti polisi terlihat sibuk melakukan pengamanan termasuk mengatur lalu lintas jalan di sekitar makam yang tersendat.

Sumber: ANTARA



Eddy Flo

YOU MAY ALSO LIKE