Pasar Beringharjo, Sejarah Pilar Catur Tunggal Kerajaan

Luhung SaptoLuhung Sapto - Kamis, 25 Februari 2016
Pasar Beringharjo, Sejarah Pilar Catur Tunggal Kerajaan

Pasar Beringharjo, Yogyakarta di malam hari (Foto kodokbanget.blogspot.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Wisata - Pasar Beringharjo merupakan pasar andalan di Yogyakarta untuk memfasilitasi wisatawan berbelanja cinderamata pakaianan. Bahkan, pasar bersejarah ini mampu menopang perputaran ekonomi rakyat menengah ke bawah di Kota Yogyakarta.

Pasar Beringharjo memiliki nilai sejarah tinggi bagi kerajaan kasultanan. Pasar ini didirikan pada tahun yang sama saat pendirian kerajaan. Tepatnya tahun 1758. Keberadaan pasar bagian pilar dalam "catur tunggal", yakni Keraton, Alun-Alun Utara,  Pasar Beringharjo, dan Masjid Keraton. Catur Tunggal adalah pola tata kerajaan yang sejak awal keberadaan keraton telah digunakan untuk menjalankan roda kehidupan kerajaan.

Awalnya, kawasan pasar ini hanyalah hutan belantara yang sulit dipermak. Namun, karena alasan posisi penataan pilar catur tunggal tersebut, dibukalah lahan hutan itu untuk kepentingan roda perekonomian yang memfasilitasi warganya bertransaksi jual beli.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun merahputih.com, awalnya pasar ini banyak tumbuh pohon beringin. Pepohonan besar tersebut difungsikan sebagai tempat berteduh. Di bawah pohon beringin itu pula para pedagang menjajakan darang dagangannya.

Selanjutnya, di era Sri Sultan HB IX, pasar dinamai "Pasar Beringharjo". Nama itu diyakini sebagai harapan, dan berdasarkan kondisi pasar pada waktu itu. Kata "bering" berarti pohon beringin dan "harjo" berarti sejahtera.

Pada tahun 1925, Sri Sultan HB IX membangun pasar. Ia mendirikan bangunan permanen, setelah sebelumnya hanya bangunan ala kadarnya. Penyematan nama "Pasar Beringharjo" pun dilakukan saat peresmian.

Bangunan Pasar Beringharjo yang ada saat ini merupakan letak dasar pembangunan pada tahun 1925 itu. Namun, dalam perkembangannya, sejak tahun ini, bangunan telah dipugar beberapa kali. Kini, Pasar Beringharjo telah menjadi pasar yang relatif tertib dan bernuansa modern, meski pengelolaannya belum menerapkan pasar modern. (fre)

BACA JUGA:

  1. Nikmati Liburan Seru di Pulau Lengkuas Belitung
  2. Masjid Pacinan Tinggi Jejak Muslim Tionghoa masa Kesultanan Banten
  3. Panorama Indah dari Atas Bukit Pulau Padar NTT
  4. Pulau Dua Surga Ribuan Burung Migran di Banten
  5. Pesona Pulau Kelor di Flores yang Sangat Memukau

 

#Wisata Belanja #Wisata Indonesia #Kota Yogyakarta #Yogyakarta #Pasar Beringharjo
Bagikan
Ditulis Oleh

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak

Berita Terkait

Indonesia
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Libur panjang akhir pekan kerap dimanfaatkan masyarakat untuk menjelajahi kota-kota dengan nyaman dan aman bersama keluarga dengan naik kereta api.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Januari 2026
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Indonesia
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Hingga Senin (29/12) penjualan tiket Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 periode 18 Desember 2025–4 Januari 2026 telah mencapai 3.517.528 tiket.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Desember 2025
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Indonesia
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Posisi berikutnya ditempati oleh Semarang dengan 32.962 penumpang, Surabaya sebanyak 22.846 penumpang, Purwokerto sebanyak 22.139 penumpang, dan Bandung dengan 21.186 penumpang.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 Desember 2025
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Indonesia
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Proses evakuasi korban berlangsung cukup menantang mengingat medan di kawasan Gunung Merapi yang curam dan kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Desember 2025
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Indonesia
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Prabowo memerintahkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyurati para bupati dan wali kota terkait dengan arahan tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Indonesia
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Teramati 4 kali awan panas guguran ke arah barat daya (Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
Dwi Astarini - Selasa, 11 November 2025
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Tradisi
Daftar Raja Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta yang Dimakamkan di Imogiri
Makam Raja Imogiri atau Pajimatan Imogiri dibangun oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo pada 1554 Saka atau 1632 Masehi.
Dwi Astarini - Kamis, 06 November 2025
Daftar Raja Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta yang Dimakamkan di Imogiri
Tradisi
Astana Pajimatan Imogiri, Kompleks Permakaman Raja-Raja Mataram dari Dulu hingga Kini
Hingga kini, tradisi memakamkan raja keturunan Mataram di kompleks permakaman ini masih dilakukan.
Dwi Astarini - Kamis, 06 November 2025
Astana Pajimatan Imogiri, Kompleks Permakaman Raja-Raja Mataram dari Dulu hingga Kini
Indonesia
Mulai 2026, Jemaah Calon Haji Banten dan DIY Berangkat dari Embarkasi Cipondoh dan Yogyakarta
Siap memberangkatkan jemaah calon haji mulai 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Oktober 2025
Mulai 2026, Jemaah Calon Haji Banten dan DIY Berangkat dari Embarkasi Cipondoh dan Yogyakarta
Indonesia
Kearifan Lokal Jaga Warga Bikin Yogyakarta Cepat Pulih Dari Demo Berujung Rusuh
Stabilitas di daerah menjadi fondasi penting bagi kelancaran kehidupan masyarakat, penyelenggaraan pemerintahan, dan pembangunan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 11 September 2025
Kearifan Lokal Jaga Warga Bikin Yogyakarta Cepat Pulih Dari Demo Berujung Rusuh
Bagikan