Panglima TNI: Dalam Keadaan Krisis Pemimpin Harus Hadir

Bahaudin MarcopoloBahaudin Marcopolo - Selasa, 05 Mei 2015
Panglima TNI: Dalam Keadaan Krisis Pemimpin Harus Hadir

Panglima TNI Jenderal Moeldoko menggunting pita saat meresmikan Museum Media Penerangan TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Senin (5/5) (Foto: Puspen TNI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Seorang pemimpin harus hadir dan mengayomi anak buahnya pada saat masa krisis, tidak terkecuali TNI. Demikian disampaikan Panglima TNI pada saat peluncuran buku berjudul TNI & AirAsia QZ-8501 Harmoni Dalam Misi Kemanusiaan dan Peresmian Museum Media Penerangan TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Selasa (5/5).

Jenderal bintang 4 itu menjelaskan peristiwa jatuhnya pesawat dari Surabaya menuju Singapura pada tanggal 28 Desember 2014 adalah peristiwa penting yang membutuhkan penanangan serius. Sebanyak 155 penumpang dan 7 kru pesawat tidak ada yang selamat. Dalam kondisi tersebut Panglima TNI menilai sebagai kondisi kritis.

"Panglima TNI harus hadir saat anggota dalam kondsi krisis," kata jenderal bintang 4.

Bekas Pangdam III Siliwangi melanjutkan, setelah beberapa saat maskapai AirAsia QZ-8501 jatuh ia bersama dengan jajarannya langsung menyambangi Mapolda Jawa Timur. Selama berada di Surabaya, Jawa Timur, harapan keluarga kepada aparat untuk segera menemukn kerabat mereka demikian 
besar.

Berkaca dari kenyataan lapangan itulah TNI memutuskan untuk fokus (all out) menangangi sekaligus mengevakuasi bangkai dan korban maskapai naas tersebut.

"Saya harus hadir disana. Sebab kehadiran bisa mengendalikan apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak dilakukan tim. Karena itu saya putuskan hadir,"sambung Moeldoko.

Masih kata Moeldoko, penanganan evakuasi maskapai AirAsia QZ-8501 sepenuhnya dilakukan oleh Basarnas, sedangkan TNI hanya memberikam bantuan dan sama sekali tidak melakukan campur tangan kepada basarnas.

"Disini saya jelaskan jangan lagi ada opini bahwa TNI melakukan intervensi kepada Basarnas. Tidak ada upaya sedikitpun dari TNI untuk menggeser peran Basarnas. Sebab kita punya tugas masing-masing," tandas Panglima TNI.

Selain meluncurkan buku TNI & AirAsia QZ-8501, Panglima TNI juga meresmikan Museum Puspen TNI. Peresmian Museum Puspen TNI dibuka secara simbolis dengan menekan sirine panjang.

Usai menekan sirene panjang dan menggunting pita, Panglima TNI didampingi beberapa perwira tinggi langsung masuk ke dalam untuk meninjau museum yang baru diresmikan.

Pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan Media Gathering dengan kegiatan Lomba Tembak Antar Wartawan, memperebutkan Piala Bergilir Panglima TNI, di Lapangan Tembak Mabes TNI Cilangkap. Panglima TNI juga mengapresiasi acara Media Gathering sebagai kegiatan yang baik bagi hubungan insan pers dan jajaran Pusat Penerangan TNI. (bhd)

BACA JUGA:

Di dalam Jiwa Prajurit Profesional Mengalir Tanggung Jawab Sosial 

Tugas TNI Menangkan Perang, Media Menangkan Opini 

Cegah Paham ISIS, TNI akan Lakukan Sosialisasi

 

 

 

#Lomba Tembak #Jenderal Moeldoko #Panglima TNI
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Raker Menhan dan Panglima TNI Bahas Perkembangan Dinamika Geopolitik Global
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (tengah) bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 19 Mei 2026
Raker Menhan dan Panglima TNI Bahas Perkembangan Dinamika Geopolitik Global
Indonesia
Kumpulkan Mantan Panglima TNI, Menhan Sjafrie Yakinkan Soal Prinsif Kepentingan Nasional
Dinamika strategi pertahanan negara yang baru tetap harus mengakar pada dua prinsip tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Kumpulkan Mantan Panglima TNI, Menhan Sjafrie Yakinkan Soal Prinsif Kepentingan Nasional
Indonesia
Panglima TNI Hidupkan Jabatan Kaster, DPR Tegaskan Bukan Dwifungsi ABRI
Komisi I DPR menanggapi keputusan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menghidupkan jabatan Kaster. Tegaskan kebijakan ini bukan kembalinya dwifungsi ABRI.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 13 Maret 2026
Panglima TNI Hidupkan Jabatan Kaster, DPR Tegaskan Bukan Dwifungsi ABRI
Indonesia
TNI Siaga 1 di Tengah Konflik Timur Tengah, DPR: Antisipasi Ancaman Siber hingga Infiltrasi Informasi
Status siaga 1 TNI diberlakukan di tengah meningkatnya ketegangan konflik Timur Tengah. Antisipasi ancaman siber, infiltrasi informasi, dan dinamika geopolitik global.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Maret 2026
TNI Siaga 1 di Tengah Konflik Timur Tengah, DPR: Antisipasi Ancaman Siber hingga Infiltrasi Informasi
Indonesia
Terapkan Status Siaga 1 untuk Semua Tentara, Panglima TNI: Hal Biasa untuk Menguji Kesiapsiagaan Prajurit
Status siaga 1 diterapkan untuk memeriksa kesiapan TNI dalam menghadapi situasi darurat.
Dwi Astarini - Rabu, 11 Maret 2026
Terapkan Status Siaga 1 untuk Semua Tentara, Panglima TNI: Hal Biasa untuk Menguji Kesiapsiagaan Prajurit
Indonesia
TNI Terapkan Siaga 1, DPR: Bukan Berarti Indonesia dalam Kondisi Darurat
Penetapan status siaga 1 oleh Panglima TNI merupakan hal wajar sebagai langkah antisipasi dari meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.
Wisnu Cipto - Minggu, 08 Maret 2026
TNI Terapkan Siaga 1, DPR: Bukan Berarti Indonesia dalam Kondisi Darurat
Indonesia
Mantan Panglima Moeldoko Kenang Sosok Mendiang Try Sutrisno sebagai Sosok yang Punya Nilai Keujujuran dan Teladan Prajurit Sejati
Moeldoko mengungkapkan ia memiliki kenangan pribadi yang tak terlupakan bersama almarhum, terutama saat ia masih berpangkat perwira pertama.
Dwi Astarini - Senin, 02 Maret 2026
Mantan Panglima Moeldoko Kenang Sosok Mendiang Try Sutrisno sebagai Sosok yang Punya Nilai Keujujuran dan Teladan Prajurit Sejati
Indonesia
Try Sutrisno Dari Penumpasan PRRI Tahun 1957, Ajudan, Panglima ABRI ke Wakil Presiden Ke-6
Try berhasil menapaki berbagai posisi strategis hingga mencapai puncak kepemimpinan militer dan politik nasional.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 02 Maret 2026
Try Sutrisno Dari Penumpasan PRRI Tahun 1957, Ajudan, Panglima ABRI ke Wakil Presiden Ke-6
Olahraga
Panglima TNI Mau Bentuk Batalyon Olahraga, Atlet Sipil Bakal Direkrut
“Kebijakan dari Mabes TNI bahwa kita merekrut khusus, saya sudah merekrut khusus dari sipil yang punya kemampuan olahraga dijadikan militer," kata Panglima TNI Jenderal Agus.
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Januari 2026
Panglima TNI Mau Bentuk Batalyon Olahraga, Atlet Sipil Bakal Direkrut
Indonesia
Viral Beras Bantuan TNI Jatuh Berceceran dari Helikopter dan Dipungut Korban Bencana, Begini Penjelasan Panglima TNI
Insiden terkendala oleh kabel
Angga Yudha Pratama - Rabu, 03 Desember 2025
Viral Beras Bantuan TNI Jatuh Berceceran dari Helikopter dan Dipungut Korban Bencana, Begini Penjelasan Panglima TNI
Bagikan