Minimalisir Pembajakan Aplikasi dengan Sistem Potong Pulsa
Membeli aplikasi di Play Store dengan sistem pulsa merupakan solusi untuk mengurangi pembajakan. (Foto: Google Play Store)
MerahPutih Teknologi - Di negara berkembang seperti Indonesia ini, pembajakan sangat rentan terjadi karena kemampuan finansial sebagian besar penduduknya masih belum memadai. Pembajakan dapat dilakukan di berbagai sektor, salah satunya adalah pembelian aplikasi di Google Play Store. (Baca: Beli Aplikasi Dengan Potong Pulsa dari Telkomsel)
Melihat peluang ini, banyak pengembang aplikasi mengembangkan toko aplikasi pihak ketiga. toko Aplikasi ini menyediakan aplikasi yang seharusnya berbayar, namun disajikan secara gratis di toko aplikasi ini. Salah satunya toko aplikasi pihak ke tiga yang populer adalah “Apptoko”. Apa yang dilakukan toko aplikasi pihak ke tiga ini sebenarnya adalah bentuk pembajakan.
Membeli aplikasi di Play Store dengan sistem pulsa merupakan solusi untuk mengurangi pembajakan, karena dapat memberikan kemudahan untuk pengguna Android membeli aplikasi. Hadirnya sistem carrier billing (potong pulsa) yang dilakukan operator Indosat dan Telkomsel di Indonesia tentu akan mempermudah melakukan pembelian, terutama karena masih banyak penduduk Indonesia belum mampu memiliki kartu kredit.
Berbeda dengan Indosat yang mengenakan pajak 10% bagi penggunanya yang ingin membeli atau berlangganan pada Play Store, pengguna Telkomsel juga akan dikenakan biaya jasa sebesar 2%. Jadi, bagi anda pengguna Telkomsel yang ingin membeli atau berlangganan di Play Store akan dikenakan biaya pajak 10% dan jasa 2% dari harga normal di Play Store. (Baca: Facebook dapat Berbagi Pengalaman Dengan Oculus Rift)
Bagikan
Berita Terkait
Masyarakat Diminta Waspada Ancaman Siber Lewat APK Ilegal
Netflix Bakal Luncurkan Video Vertikal, Siap Saingi TikTok dan Reels
Bajak Laut Serbu Kapal IB FISH 7 di Perairan Gabon, 4 Pelaut Indonesia Jadi Sandera Bersenjata
5 Tren Utama Kripto 2026: Dari Dominasi Neobank Hingga Lonjakan Pasar Prediksi
Tokenisasi Saham xStocks Tiba-Tiba Jadi Primadona Investor Kripto Indonesia Buntut Kompetisi Trading Pintu 2025
Kebiasaan Layar Kedua: Mengapa Penggemar Sepak Bola Indonesia Selalu Nonton Lewat 2 Perangkat
Apa Itu Cloudflare? Perusahaan yang Sempat Bikin Layanan Internet Terasa seperti 'Kiamat Kecil'
Gamification dan Play-to-Earn Bukan Sekadar Fitur di DRX SPORTNET, Bawa Pengguna Merasakan Keseruan di Dunia Virtual
Pramono Luncurkan Portal Satu Data Jakarta, Diharapkan Bisa Bersaing dengan Kota Besar Dunia
Aplikasi SIKAP Polda Metro Jaya Percepat Pemblokiran Rekening Penipuan Online, dari 12 Hari Kerja Jadi 15 Menit