Migrain dapat Sebabkan Gangguan Mental Ilustrasi penderita migrain (Foto: Shutterstock)

Migrain, nyeri kepala sebelah yang pada tingkat tertentu dapat menyebabkan penderitanya mual hingga pingsan, ternyata dapat berdampak buruk pula pada kesehatan mental. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa penderita migrain tiga kali berisiko mengalami gangguan kecemasan daripada mereka yang tidak.

Studi tersebut, yang dipublikasikan di jurnal Headache pada Maret 2017, menganalisis survei kesehatan mental dari 21.502 orang Kanada, 2.232 di antaranya penderita migrain. Para peneliti kemudian menemukan bahwa 6% dari penderita migrain tersebut menderita juga gangguan kecemasan umum. Sementara, partisipan non-migrain hanya 2%-nya yang mengalami gangguan tersebut.

Alasan di balik keterkaitan kuat antara migrain dan kecemasan ini mencakup faktor biologis, lingkungan, sosial, dan emosional. Studi tersebut menemukan dua faktor utama yang menyebabkan kecemasan pada pasien migrain, yaitu rasa sakit terus-menerus yang membuat lemah (30%) dan kesulitan mengelola tanggung jawab rumah tangga (28%).

"Bukan hal yang mengejutkan bahwa rasa sakit yang terus-menerus memainkan peranan kuat dalam keterkaitan antara migrain dan gangguan kecemasan umum. Sifat migrain yang tidak dapat diprediksi dan dikontrol ini secara ekstrem menimbulkan kecemasan, yang sering mengganggu dengan sedikit atau tanpa peringatan," kata Dr. Janay Jayanthikumar, co-author studi tersebut.

Hal lainnya yang perlu diperhatikan adalah dukungan sosial. Partisipan yang tidak memiliki minimal satu teman dekat untuk bersandar, lima kali lebih berisiko mengalami gangguan kecemasan umum.

Selain kecemasan, penderita migrain juga dua kali lebih mungkin mengalami depresi, serta dikaitkan dengan gangguan bipolar. Lebih jauh lagi, penderita migrain kronis berisiko lebih besar alami gangguan kepanikan dan agorafobia (ketakutan karena perasaan terjebak/tidak aman di tempat umum).

"Dokter dan profesional medis lainnya harus sadar, khususnya terhadap fakta bahwa pasien migrain mereka mungkin akan mengalami masalah kesehatan mental seperti depresi dan gangguan kecemasan. Rujukan ke profesional kesehatan mental akan diperlukan untuk pasien migrain, terutama mereka yang rentan terserang," ujar Dr. Esme Fuller-Thomson, penulis utama studi tersebut.

Jika kecemasan telah menjadi 'rekan' migrain Anda, jangan takut untuk mencari bantuan dari profesional medis dan orang-orang terkasih Anda, sebelum dampaknya melebar.

Baca juga artikel kesehatan lainnya di Ini Efek Buruk Jika Anda Sering Lembur.


Tags Artikel Ini

Administrator

LAINNYA DARI MERAH PUTIH