Menyantap Kebab dan Canelloni di ROCA Chicken & Beef Kebab Roti Parata. (Foto ARTOTEL Thamrin - Jakarta)

ARTOTEL Thamrin - Jakarta menyajikan menu baru di Restaurant of Contemporary Art (ROCA) berupa hidangan dari Timur Tengah yakni, Chicken & Beef Kebab Roti Parata.

Awal pekan lalu merahputih.com berkesempatan mencoba menu baru restoran yang terletak di lantai dasar ini. Sebelumnya, merahputih.com membayangkan irisan daging yang dibungkus dengan tortila atau kulit kebab dan isi sayuran. Ternyata, dugaan itu meleset.

Menu ini terdiri dari Chicken Shasilk dan Beef Kafta yang merupakan menu khas dari Timur Tengah, yaitu daging ayam dan kambing berbentuk bulat memanjang yang ditusuk batang bambu. Dalam setiap batang terdapat dua bola daging.

Menurut Chef ARTOTEL Thamrin - Jakarta, Deddy Maulana banyak orang salah kaprah antara kebab dengan shawarma. Mereka menyebut shawarma dengan kebab.

"Di negara asalnya, Kebab berbentuk bola-bola daging yang ditusuk mirip sate, ada yang hanya berisi bola daging, tapi ada juga yang menggunakan sayuran berselang-seling dengan daging sementara shawarma berisi daging dan sayuran yang dibungkus dengan kulit kebab," jelas Chef Deddy, yang pernah bekerja di sebuah resor di Dubai, Uni Emirat Arab.

Kebab merupakan kuliner asal Mediterania, kemudian makanan ini menyebar ke negara-negara lain, seperti Yunani, Balkan, Turki, Iran, Azerbaijan, India, Pakistan, dan Arab Saudi.

Di negara mayoritas penduduknya beragama Islam, Beef Kafta menggunakan daging kambing. Tapi, di Yunani menggunakan daging babi.

Jika tak suka daging kambing Chicken Shasilk bisa menjadi pilihan. Chicken Shasilk menggunakan daging ayam.

Chef Deddy menjelaskan, daging yang digunakan adalah daging kambing dari Australia. Menurutnya, kambing Australia tidak bau seperti kambing dari Indonesia. Sebab, buat sebagian orang tidak tahan mencium baunya kambing yang terlalu kuat.

Baik Chicken Shasilk maupun Beef Kafta memiliki cara memasak yang sama, yaitu menggunakan yogurt sebagai bahan rendaman. Selain itu, dipadukan dengan bumbu rempah-rempah khas Timur Tengah. Proses perendaman bisa memakan waktu satu malam tergantung selera.

Chef Deddy mengatakan yogurt menjadi bahan yang lazim ditemukan pada masakan Mediterania. Selain untuk masakan, yogurt juga untuk diminum. Karena mengandung bakteri baik, yogurt baik untuk melancarkan pencernaan dalam usus.

Daging dibakar secara langsung dengan suhu yang disesuaikan sehingga rasa daging terasa lembut. Sebagai pelengkap menu ini disajikan juga salad, Halloumi Cheese yang telah dipanggang, dan roti parata sebagai karbohidratnya. Chicken & Beef Kebab Roti Parata sangat direkomendasikan untuk santap siang atau malam.

Di samping menu Chicken & Beef Kebab Roti Parata, ROCA juga memperkenalkan menu baru Canelloni Spinach & Fungie, yang mengandung sayur bayam dan jamur segar.

Jika ingin mencicipi menu yang sehat dan lezat, menu ini bisa menjadi pilihan. Sayur bayam dan jamur segar dicampur dengan adonan krim dan susu serta keju mozarella, kemudian digulung dengan canelloni pasta dan saus Bolognese di atasnya.

“Kepuasan pelanggan adalah prioritas utama kami, oleh karena itu kami terus memberikan menu-menu terbaik untuk para tamu. Tak disangka, sejak kedua menu ini diperkenalkan, hanya dalam beberapa hari saja kedua menu ini menjadi menu favorit baru para tamu di ROCA,” ujar Deddy.


Tags Artikel Ini

Luhung Sapto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH