Mengindari Bentrok Susulan Pelajar Tangerang Dipulangkan Lebih Awal Pelajar naik truk pasca bentrok ojek online dan sopir angkot. (MP/Rizky Fitrianto)

Menyikapi adanya isu bakal terjadinya sweeping susulan yang bisa berpotensi rusuh oleh pengendara ojek online terhadap sopir angkot di wilayah Kota Tangerang, Kamis (9/3), sejumlah sekolah memulangkan siswanya lebih awal. Hal ini untuk menjaga agar para siswa tidak mengalami kejadian pada hari Rabu (8/3) lalu.

Putri (15), salah seorang pelajar di SMK Negeri 1 Kota Tangerang mengatakan, ia dipulangkan lebih awal karena ada isu bakal terjadi sweeping pengendara ojek online terhadap sopir angkot.

"Katanya mau ada sweeping-sweeping gitu, makanya dipulangkan semua," ujar putri kepada merahputih.com.

Ia juga mengungkapkan, pasca aksi demo ratusan sopir angkot yang disusul dengan sweeping yang berujung bentrok kemarin, banyak pelajar 'kelimpungan' karena tidak ada angkot yang beroperasi. Akibatnya, terpaksa mereka pulang jalan kaki.

"Kemarin ada yang pulang sampai malam, soalnynya angkotnya demo. Bentrok katanya," ucap Putri.

Selain SMK Negeri 1 Kota Tangerang, beberapa sekolah di sekitarnya seperti SMP dan SMK PGRI juga dipulangkan lebih awal.

Hingga saat ini, pihak kepolisian dari Polres Metro Tangerang masih terus melakukan antisipsi terjadinya sweeping yang berpotensi terjadi bentrok susulan. Dalam hal ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang juga membuat Posko pengaduan, baik untuk para pengendara ojek online maupun para sopir angkot. Hal ini bertujuan agar jika ada indikasi terjadinya 'gesekan' bisa dilakukan pencegahan lebih awal.



Widi Hatmoko

LAINNYA DARI MERAH PUTIH