Image
Author by : Foto: Biro Pers Setpres

Sebanyak 503 siswa-siswi SD dan SMP duduk bersila di atas karpet hijau yang terhampar di atas rumput halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, (17/5). Kehadiran mereka untuk memenuhi undangan Presiden Joko Widodo yang sedang menggelar peringatan Hari Buku Nasional bertemakan 'Gemar Membaca'. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Setpres

Image
Author by : Foto: Biro Pers Setpres

Dihadapan Presiden Joko Widodo berserta sejumlah jajaran kabinetnya, jurnalis Najwa Shihab sekaligus Duta Baca Nasional tengah memandu acara tersebut.

Image
Author by : Foto: Biro Pers Setpres

(dari kiri ke kanan) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, enteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Presiden Joko Widodo dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki mengikuti peringatan Hari Buku Nasional bertemakan 'Gemar Membaca' di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta.

Image
Author by : Foto: Biro Pers Setpres

Presiden Joko Widodo tengah berdongeng cerita rakyat 'Lutung Kasarung' didepan ratusan siswa-siswi yang hadir, Jokowi pun memerintahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy untuk terus meningkatkan minat baca anak-anak Indonesia lewat cerita rakyat Nusantara.

Image
Author by : Foto: Biro Pers Setpres

Seperti dilain kesempatan, setelah berdongeng Presiden Joko Widodo memberikan sejumlah pertanyaan kepada siswa-siswi SD dan SMP yang turut hadir dengan hadiah sepeda.

Image
Author by : Foto: Biro Pers Setpres

Seorang siswi Sekolah Dasar mendapatkan pertanyaan seputar dongeng cerita rakyat Nusantara dari Presiden Joko Widodo.

Image
Author by : Foto: Biro Pers Setpres

Presiden Joko Widodo dan Duta Baca Nasional Najwa Shihab melakukan swafoto bersama sejumlah siswa-siswi yang hadir dalam peringatan Hari Buku Nasional bertemakan 'Gemar Membaca' di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta.

Image
Author by : Foto: Biro Pers Setpres

Setelah acara usai, Para siswa-siswi SD dan SMP berebut untuk meminta tanda tangan Presiden Joko Widodo sebagai bentuk kenang-kenangan.