Memanah, Olahraga Ekstra Kurikuler Sekolah Muhammad Sidiq, pengrajin alat panah. (Foto: MerahPutih/Noer Ardiansjah)

Dalam ajaran Islam, memanah merupakan salah satu olahraga favorit Nabi Muhammad Saw. Ihwal demikian, justru membuat perhatian beberapa sekolah di Indonesia dengan menjadikan olahraga memanah masuk dalam kegiatan ekstra kulikuler sekolah.

Muhammad Sidiq selaku pengrajin pemanah asal Jakarta mengatakan bahwa belakangan ini pemesanan alat memanah kian meningkat di setiap sekolah. “Alhamdulillah. Biasanya yang paling banyak beli dari sekolah; SD sampai SMA. Olahraga panahan dijadikan ekstra kulikuler,” kata Sidiq di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Selasa (7/3).

Muhammad Sidiq, pengrajin alat panah. (Foto: MerahPutih/Noer Ardiansjah)

Pemesanan untuk sekolah, Edi menjelaskan, bisa mencapai hingga puluhan unit alat memanah. “Dan itu juga sekaligus untuk para pelatihnya. Kemarin, kami sudah mengirim 14 lusin untuk sekolah di Pulau Jawa,” jelas Edi.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa untuk harga panahan mulai dari Rp400.000 dan itu sudah sepaket, termasuk busur dan arrow (anak panah) sebanyak dua buah. “Kalau untuk arrow-nya sendiri, harganya Rp50.000,” katanya.

“Untuk per bulan, kami bisa mengeluarkan sekitar 1000 buah arrow. Untuk busur pun juga ada peningkatan,” ucapnya.

Muhammad Sidiq, pengrajin alat panah. (Foto: MerahPutih/Noer Ardiansjah)

Adapun bahan dasar pembuatan busur, Edi mengatakan bahwa terbuat dari tiga jenis kayu; kayu pohon rambutan, nangka, dan mahoni. Ketiga kayu tersebut sengaja dipilih karena memiliki keawetan dibandingkan jenis kayu lainnya. “Dan, ketiga kayu itu merupakan standar untuk membuat busur panah,” katanya.

Sedangkan untuk bahan baku arrow atau anak panah, Edi menjelaskan, dari maple yang membuat gitar dan bambu.



Noer Ardiansjah

YOU MAY ALSO LIKE