Megawati Akui Masuk Fakultas Pertanian Karena Dipaksa Bung Karno
Presiden RI ke-V Megawati Soekarnoputri ketika menyampaikan Orasi Ilmiah di Unpad, Bandung, Rabu (25/5). (Foto Twitter @PDI_Perjuangan)
MerahPutih Nasional - Megawati Soekarnoputri mengenang kembali masa-masa saat masih duduk di bangku kuliah di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung. Presiden RI kelima ini mengaku mengambil Fakultas Pertanian karena keinginan ayahnya.
Megawati mendapat anugerah Doktor Honoris Causa dari Universitas Padjajaran, Bandung di bidang Ilmu Politik dan Pemerintahan. Pemberian gelar ini didasarkan pada kajian terhadap naskah pidato dan undang-undang yang lahir selama ia menjabat sebagai presiden kelima. Selain Unpad, Megawati juga memperoleh gelar Doktor Kehormatan dari tiga universitas di luar negeri yakni Waseda University, Jepang; Moscow State Institute, Rusia; dan MIT Ocean University, Korea Selatan.
“Saya terharu dan sekaligus bangga. Seluruh kenangan saya pun kembali pada peristiwa pertama ketika saya dilantik sebagai mahasiswi di tempat ini. Peristiwa itu terjadi 51 tahun yang lalu. Saat itu usia saya 18 tahun,” kata Megawati di Graha Sanusi Hardjadinata Universitas Padjadjaran Bandung, Rabu (25/5).
Lebih lanjut, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan ini menceritakan, ayahnya, Ir Sukarno, yang saat itu menjabat Presiden, mendesaknya masuk Fakultas Pertanian sebab urusan pangan merupakan mati hidupnya bangsa.
“Oleh Bung Karno, saya diharuskan masuk ke Fakultas Pertanian. Padahal, saya sangat tertarik pada ilmu Psikologi, namun Bung Karno sangat kokoh dan meyakinkan saya untuk memasuki dunia yang menjadi mata pencaharian terbesar seluruh rakyat Indonesia," katanya lagi.
Selama kuliah di Unpad Megawati mengakui bahwa dari praktek ilmu pertanian bersama petani telah menyadarkannya pada kesadaran ideologis tentang hakikat kedaulatan pangan yang sampai sekarang menjadi landasan ideologisnya.
“Bagi saya, ilmu pertanian menjadi jalan kerakyatan yang terbuka lebar untuk memahami keseluruhan perikehidupan rakyat Indonesia. Petani adalah gambaran nyata wong cilik, di mana seluruh keberpihakan politik seharusnya ditujukan padanya," tandasya.
Pada akhirnya, ketidakstabilan politik Indonesia pada masa kuliahnya menyebabkan Megawati tidak bisa melanjutkan perkuliahan di Unpad.
“Namun malang tidak dapat ditolak. Badai politik yang terjadi pada tahun-tahun itu, akhirnya berimbas pada status kemahasiswaan saya. Hanya dua tahun kesempatan untuk belajar di Universitas Padjadjaran ini. Situasi politik saat itu memaksa saya untuk tidak melanjutkan kuliah,” tutupnya. (Zal)
BACA JUGA:
- Megawati Dorong Unpad Jadi Pelopor Pusat Studi Pemikiran Bung Karno
- Potret Keakraban Yusril Ihza Mahendra dan Megawati di Universitas Padjadjaran
- Besok, Unpad Anugerahkan Doktor Honoris Causa kepada Megawati
- Megawati Harap Munaslub Partai Golkar Berjalan Lancar
- Tipis, Peluang Yusril Ihza Mahendra Diusung Partai Gerindra
Bagikan
Berita Terkait
Nasib Kebun Binatang Bandung Ditentukan 2 Bulan Lagi
PDIP: Penolakan Pilkada oleh DPRD Merupakan Sikap Ideologis, Konstitusional, dan Historis
Megawati Tegaskan PDIP Tidak Akan Biarkan Stabilitas Dibangun Dengan Korbankan Demokrasi
PDIP Suarakan Reformasi TNI-Polri, Tolak Dwifungsi dan Pastikan Loyalitas Tunggal pada Negara
Rakernas I PDIP Tegaskan Kedaulatan Politik, Kutuk Penculikan Presiden Maduro oleh AS
Rakernas Ditutup, PDIP Sebut Ada 8 Tantangan Indonesia
PDIP Beri Penghargaan 6 Kader Pelopor di HUT ke-53, Ada Ribka Tjiptaning Hingga FX Rudy
Aksi Militer AS Culik Presiden Maduro di Mata Megawati: Wujud Penjajahan Modern
Ajak Kader Bantu Korban Bencana Sumatera, Megawati: Buktikan Kalian Orang PDIP
Mawar Putih Untuk Megawati di Rakernas PDIP