Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Megawati Akui Masuk Fakultas Pertanian Karena Dipaksa Bung Karno

Luhung SaptoLuhung Sapto - Rabu, 25 Mei 2016
Megawati Akui Masuk Fakultas Pertanian Karena Dipaksa Bung Karno

Presiden RI ke-V Megawati Soekarnoputri ketika menyampaikan Orasi Ilmiah di Unpad, Bandung, Rabu (25/5). (Foto Twitter @PDI_Perjuangan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Megawati Soekarnoputri mengenang kembali masa-masa saat masih duduk di bangku kuliah di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung. Presiden RI kelima ini mengaku mengambil Fakultas Pertanian karena keinginan ayahnya. 

Megawati mendapat anugerah Doktor Honoris Causa dari Universitas Padjajaran, Bandung di bidang Ilmu Politik dan Pemerintahan. Pemberian gelar ini didasarkan pada kajian terhadap naskah pidato dan undang-undang yang lahir selama ia menjabat sebagai presiden kelima. Selain Unpad, Megawati juga memperoleh gelar Doktor Kehormatan dari tiga universitas di luar negeri yakni Waseda University, Jepang; Moscow State Institute, Rusia; dan MIT Ocean University, Korea Selatan.

“Saya terharu dan sekaligus bangga. Seluruh kenangan saya pun kembali pada peristiwa pertama ketika saya dilantik sebagai mahasiswi di tempat ini. Peristiwa itu terjadi 51 tahun yang lalu. Saat itu usia saya 18 tahun,” kata Megawati di Graha Sanusi Hardjadinata Universitas Padjadjaran Bandung, Rabu (25/5).

Lebih lanjut, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan ini menceritakan, ayahnya, Ir Sukarno, yang saat itu menjabat Presiden, mendesaknya masuk Fakultas Pertanian sebab urusan pangan merupakan mati hidupnya bangsa.  

“Oleh Bung Karno, saya diharuskan masuk ke Fakultas Pertanian. Padahal, saya sangat tertarik pada ilmu Psikologi, namun Bung Karno sangat kokoh dan meyakinkan saya untuk memasuki dunia yang menjadi mata pencaharian terbesar seluruh rakyat Indonesia," katanya lagi.

Selama kuliah di Unpad Megawati mengakui bahwa dari praktek ilmu pertanian bersama petani telah menyadarkannya pada kesadaran ideologis tentang hakikat kedaulatan pangan yang sampai sekarang menjadi landasan ideologisnya. 

“Bagi saya, ilmu pertanian menjadi jalan kerakyatan yang terbuka lebar untuk memahami keseluruhan perikehidupan rakyat Indonesia. Petani adalah gambaran nyata wong cilik, di mana seluruh keberpihakan politik seharusnya ditujukan padanya," tandasya. 

Pada akhirnya, ketidakstabilan politik Indonesia pada masa kuliahnya menyebabkan Megawati tidak bisa melanjutkan perkuliahan di Unpad. 

“Namun malang tidak dapat ditolak. Badai politik yang terjadi pada tahun-tahun itu, akhirnya berimbas pada status kemahasiswaan saya. Hanya dua tahun kesempatan untuk belajar di Universitas Padjadjaran ini. Situasi politik saat itu memaksa saya untuk tidak melanjutkan kuliah,” tutupnya. (Zal)

BACA JUGA:

  1. Megawati Dorong Unpad Jadi Pelopor Pusat Studi Pemikiran Bung Karno
  2. Potret Keakraban Yusril Ihza Mahendra dan Megawati di Universitas Padjadjaran
  3. Besok, Unpad Anugerahkan Doktor Honoris Causa kepada Megawati
  4. Megawati Harap Munaslub Partai Golkar Berjalan Lancar
  5. Tipis, Peluang Yusril Ihza Mahendra Diusung Partai Gerindra
#Bandung #Doktor Honoris Causa #Universitas Padjadjaran #Megawati Soekarnoputri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Sopir Truk LPG Microsleep Picu 11 Tabrakan Karambol di Bandung, 1 Perempuan Tewas
Kecelakaan beruntun melibatkan truk LPG dan 11 kendaraan di Bandung akibat sopir micro sleep. 1 perempuan tewas, 1 luka berat, korban dievakuasi ke RSHS dan RS Immanuel.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Juli 2026
Sopir Truk LPG Microsleep Picu 11 Tabrakan Karambol di Bandung, 1 Perempuan Tewas
Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Peresmian monumen ini menjadi puncak peringatan 30 tahun insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Berita Foto
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli dan tabur bunga di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Monumen Kudatuli di Menteng. Peringatan 30 tahun tragedi 27 Juli 1996 yang menewaskan 5 orang, melukai 149, dan 23 hilang.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Indonesia
Yogyakarta, Bandung, Surabaya Masuk 10 Kota Pelajar Biaya Hidup Termurah Dunia
QS Best Student Cities 2027 menempatkan Yogyakarta, Bandung, dan Surabaya dalam 10 kota dengan biaya studi termurah dunia. Jakarta juga masuk daftar kota pelajar terbaik global.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Yogyakarta, Bandung, Surabaya Masuk 10 Kota Pelajar Biaya Hidup Termurah Dunia
Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Indonesia
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Selain menyoroti kinerja aparat, Megawati juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya fenomena buzzer di media sosial yang didominasi oleh anak muda.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Indonesia
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Lokasi Jalan Soekarno itu sangat terkenal di Rabat, lokasinya dekat dengan gedung parlemen.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Indonesia
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Aparat saat itu secara rutin menghubungi redaksi untuk memantau pemberitaan.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Bagikan