Masinton: 'Rayuan' Megawati Bikin Zulkifli Hasan Luluh

Luhung SaptoLuhung Sapto - Sabtu, 05 September 2015
Masinton: 'Rayuan' Megawati Bikin Zulkifli Hasan Luluh

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (ketiga kiri) bersama Presiden Joko Widodo (keempat dari kiri) di Istana Negara, Jakarta Pusat. (Foto Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih, Nasional-Bergabungnya Partai Amanat Nasional (PAN) dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) karena andil Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) Megawati Soekarnoputri. Menurut anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP Masinton Pasaribu, Megawati adalah salah satu yang menyebabkan PAN pindah haluan mendukung pemerintah saat ini.

"PDIP menyambut baik dan hangat bergabungnya PAN mendukung Pemerintah. Ini semua berkat ajakan dari bu Mega, beliaulah yang menggoda PAN. Sehingga akhirnya Pak Zulkifli Hasan bergabung untuk mendukung Pemerintah," ujarnya dalam diskusi publik di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (5/9).

Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu yang menjadi pertimbangan PAN pindah haluan untuk mendukung Pemerintah karena situasi ekonomi global seperti saat ini. Sehingga, butuh kebersamaan dari seluruh elemen masyarakat dan parpol untuk mensuskseskan Pemerintah. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

"Saatnya lah PAN menilai seluruh stakeholder negeri ini bersatu untuk mengutamakan kepentingan bangsa dan negara seluruh rakyat Indonesia," kata Zul beberapa waktu lalu. (rfd)

Baca Juga: 

Ekonomi RI Sulit, Alasan PAN Merapat ke KIH

Jokowi Bakal Berikan Satu Jatah Kursi Buat KMP di Pemerintahan

PAN Bakal Adu Mega dan Prabowo

#Megawati Soekarnoputri #Partai Amanat Nasional
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Memasuki agenda utama, sesi bedah buku autobiografi jilid 2 dan 3 ini dipandu langsung oleh jurnalis senior Bambang Harymurti yang bertindak sebagai moderator
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 Agustus 2026
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Indonesia
PAN Akomodir Pilkada Tanpa Wakil, Kesan Sekarang Sering Berkonflik Dengan Kepala Daerah
"Selama ini memang terasa ada yang kurang dalam sistem pilkada. Sudah tepat dievaluasi. Bahkan kalau dinilai tidak baik, bisa diganti kapan saja," kata Saleh
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Agustus 2026
PAN Akomodir Pilkada Tanpa Wakil, Kesan Sekarang Sering Berkonflik Dengan Kepala Daerah
Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Peresmian monumen ini menjadi puncak peringatan 30 tahun insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Berita Foto
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli dan tabur bunga di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Monumen Kudatuli di Menteng. Peringatan 30 tahun tragedi 27 Juli 1996 yang menewaskan 5 orang, melukai 149, dan 23 hilang.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Indonesia
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Selain menyoroti kinerja aparat, Megawati juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya fenomena buzzer di media sosial yang didominasi oleh anak muda.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Indonesia
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Lokasi Jalan Soekarno itu sangat terkenal di Rabat, lokasinya dekat dengan gedung parlemen.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Indonesia
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Aparat saat itu secara rutin menghubungi redaksi untuk memantau pemberitaan.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Bagikan