Mantan Wakapolri Minta KPK Selidiki Dugaan Rekening Gendut Badrodin Haiti

Selvi PurwantiSelvi Purwanti - Sabtu, 17 Januari 2015
Mantan Wakapolri Minta KPK Selidiki Dugaan Rekening Gendut Badrodin Haiti

sumber foto:antara foto

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta menulusuri kasus dugaan kepemilikan rekening gendut Pelaksana Tugas Kepala Kepolisan RI, Komisaris Jenderal, Badrodin Haiti. Penelusuran lembaga edhoc tersebut cukup diperlukan untuk membuktikan tentang benar tidaknya kepemilikan rekening gendut Badrodin ini.

"Kalau ada masalah silahkan KPK atau penyidik Bareskrim bertindak," ujar Mantan Wakapolri, purn Komisaris Jenderal Polisi, Oegroseno usai menjadi pembicara disksusi di Restoran Gado-Gado Baplo, Jl. Gereja Theresia No. 41, Menteng - Jakarta Pusat, Sabtu (17/1).

Menurutnya, tidak ada masalah bagi Polri apabila lembaga adhoc yang dipimpin Abaraham Samad tersebut menulusuri dugaan rekening gendut Badrodin. Apalagi, kata dia, dugaan kepemilikan rekening tak wajar seperti calon Kapolri pilihan Presiden Jokowi, Komjen Budi Gunawan juga sedang KPK selidiki.

"Enggak ada masalah. Kebetulan yang sekarang sedang dibuka pertama punya pak BG (Budi Gunawan) oleh KPK. Terus jangan diembel-embelin bahwa itu enggak ada," ucapnya

Namun, Oegroseno sendiri mengaku tidak tahu apakah Badrodin memiliki rekening tak wajar seperti yang beredar selama ini. Untuk membuktikan kepemilikan rekening tak wajar pengganti sementara Sutarman ini, Oegroseno menyarankan agar langsung ditanyakan kepada KPK. "Jangan tanya saya, tanya KPK," sarannya.

Seperti diketahui, Badrodin Haiti menjadi Plt Kapolri. Ditunjukan langsung oleh Presiden Jokowi setelah Komjen Budi Gunawan menyandang status tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait kepemilikian rekening gendut. Isu kepemilikan rekening gendut petinggi Polri sendiri beredar sejak 2010 silam dan telah diselidiki oleh Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri.

Hasil penyelidikan dan penyidakan Mabes Polri terhadap sejumlah perwira tinggi polri tidak menemukan bukti yang cukup. Bahkan, pada saat Komjen Budi Gunawan diajukan sebagai calon Kapolri, dia dinyatakan clear dan clean. Tapi fakta di KPK menyatakan bahwa sudah ada dua alat bukti yang cukup untuk memberikan label tersangka kepada mantan ajudan mantan Presiden Megawati Soekarno Putri itu. (Hur)


Follow Twitter kami di @Merahputihcom

Like FanPage Facebook kami di Merahputih.com

Berita Lainnya :

Kisah Cinta Lucu Bung Karno Ditolak Noni Belanda

#Joko Widodo #Pro Kontra Budi Gunawan #Budi Gunawan #Komjen Budi Gunawan #Ketua KPK
Bagikan
Ditulis Oleh

Selvi Purwanti

Simple, funny and passionate. Almost unreal

Berita Terkait

Indonesia
Tampilkan Sketsa, Begini Ucapan Presiden Prabowo untuk Hari Ulang Tahun Jokowi
Sejumlah ucapan hadir untuk Jokowi, termasuk dari Presiden Prabowo.
Frengky Aruan - Minggu, 21 Juni 2026
Tampilkan Sketsa, Begini Ucapan Presiden Prabowo untuk Hari Ulang Tahun Jokowi
Indonesia
Daya Magis Jokowi Sukses Dongkrak Citra Positif PSI, Partai Anak Muda Tapi Rasa Mantan Presiden
Hasil studi mengonfirmasi bahwa arus perpindahan sentimen positif dari figur personal menuju institusi partai, khususnya Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
Daya Magis Jokowi Sukses Dongkrak Citra Positif PSI, Partai Anak Muda Tapi Rasa Mantan Presiden
Indonesia
Roy Suryo dan dr Tifa Ditahan Polda Metro Jaya, Jokowi: Kita Ikuti Proses Hukum
Jokowi menanggapi penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa dalam kasus dugaan fitnah ijazah UGM. Ia menegaskan akan mengikuti proses hukum yang berjalan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 19 Juni 2026
Roy Suryo dan dr Tifa Ditahan Polda Metro Jaya, Jokowi: Kita Ikuti Proses Hukum
Indonesia
KPK Cermati Nama Djaka Budhi Utama yang Muncul dalam Sidang Korupsi Bea Cukai
Ketua KPK Setyo Budiyanto menyatakan penyidik tengah mencermati fakta persidangan kasus korupsi Bea Cukai yang menyeret nama Djaka Budhi Utama dan sejumlah pejabat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 17 Juni 2026
KPK Cermati Nama Djaka Budhi Utama yang Muncul dalam Sidang Korupsi Bea Cukai
Indonesia
Sekjen PDIP: Tantangan Pemerintahan Prabowo Warisan Era Jokowi
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai tantangan yang dihadapi Presiden Prabowo Subianto merupakan warisan dari pemerintahan Jokowi.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Sekjen PDIP: Tantangan Pemerintahan Prabowo Warisan Era Jokowi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Dinobatkan Jadi Alumni Terbaik UGM
Beredar informasi yang menyebut Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dinobatkan sebagai lulusan terbaik UGM. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 27 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Dinobatkan Jadi Alumni Terbaik UGM
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pembuat Ijazah Jokowi Buat Pengakuan soal Adanya Modifikasi
Beredar informasi yang menyebut, pembuat ijazah Jokowi muncul ke publik dan membuat pengakuan.
Frengky Aruan - Sabtu, 09 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pembuat Ijazah Jokowi Buat Pengakuan soal Adanya Modifikasi
Indonesia
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Jubir PSI yang merupakan mantan kader NasDem heran Jokowi selalu disebut-sebut.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Indonesia
Bantah Isu Ambil Alih NasDem, Jokowi: Jangan Menuduh yang Tidak Benar
Jokowi membantah isu ingin mengambil alih Partai NasDem dan NasDem Tower. Ia menegaskan tudingan tersebut tidak benar dan tidak masuk akal.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Bantah Isu Ambil Alih NasDem, Jokowi: Jangan Menuduh yang Tidak Benar
Indonesia
Rismon Sianipar Harus Memohon Langsung ke Jokowi, Restorative Justice-nya Masih Dikaji
Polda Metro Jaya mengungkapkan syarat utama yang harus dipenuhi oleh kedua belah pihak, sehingga restorative justice Rismon Sianipar bisa terpenuhi
Frengky Aruan - Minggu, 12 April 2026
Rismon Sianipar Harus Memohon Langsung ke Jokowi, Restorative Justice-nya Masih Dikaji
Bagikan