Liburan di Museum Zoologi Beberapa kerangka di Museum Zoologi, Bogor.(MP/Noer Ardiansjah)

MerahPutih Travel - “Kakak, fotoin aku di sini,” ucap Fadli Ilham (9) saat berada di depan diorama Kucing Akar, Museum Zoologi, Jalan Ir Juanda No. 9, Bogor, Jawa Barat, Selasa (3/1).

Fadli Ilham (9) saat berada di depan diorama Kucing Akar, Museum Zoologi, Bogor. (Foto: MerahPutih/Noer Ardiansjah)

Momentum hari libur Tahun Baru, ternyata bagi sebagaian masyarakat tidak hanya memilih destinasi wisata seperti tempat hiburan. Justru bagi sebagian masyarakat lainnya, liburan tersebut dimanfaatkan untuk berlibur ke Museum Zoologi yang memamerkan aneka ragam ekosistem dan daya guna fauna di Nusantara.

Hal itu terungkap saat tim merahputih.com sambangi langsung lokasi museum tersebut dan menjumpai beberapa keluarga yang tak lupa mengajak anak-anaknya untuk berlibur sambil belajar mengenai ekosistem dan perkembangan hewan yang ada di Indonesia.

“Aku diajak ibu dan bapak diajak ke Kebun Raya Bogor. Dan akhirnya berkunjung ke museum ini. Keren, ada banyak hewan yang belum pernah saya lihat,” ujar Fadli Ilham dengan nada bahagia.

Menanggapi maraknya kunjungan museum, pihak pengelola, M.H Sinaga memaparkan bahwa nilai plus yang bisa didapatkan oleh masyarakat ketika berkunjung ke Museum Zoologi adalah salah satunya dengan bisa melihat ribuan koleksi yang dipamerkan di museum tersebut.

Bahkan, masih kata Sinaga, banyak pula rombongan sekolah di saat libur seperti ini memanfaatkan momen itu untuk berkunjung. “Mulai ramai sekali semenjak liburan Tahun Baru. Sabtu dan Ahad, banyak pula rombongan dari beberapa sekolah. Syukurlah, sekarang sudah banyak masyarakat yang tahu ‘keberadaan’ museum ini,” kata Sinaga.

Seperti dijelaskan Sinaga, tujuan didirikan museum ini memang sejak awal adalah sebagai sarana informasi terhadap beberapa fauna yang ada di Indonesia. Sedangkan Kebun Raya Bogor, merupakan tempat yang menyajikan ribuan aneka fauna. “Jadi, lengkap sudah. Tidak perlu keliling Indonesia kalau mau melihat aneka flora dan fauna yang ada di Indonesia,” jelasnya.

“Dari sekian banyak koleksi yang tersaji, ada satu tempat yang menjadi favorit para pengunjung, yaitu fosil atau kerangka ikan paus biru dengan memiliki panjang sekitar 27 m lebih dan berat kerangka 64.000 kg,” tambahnya.

Adapun misi daripada Museum Zoologi, tutur Sinaga, mengembangkan sarana pameran yang ideal sesuai kemajuan teknologi. “Menjadikan pameran museum sebagai sarana pendidikan yang praktis untuk mempelajari keanekaragaman, perilaku, ekosistem, dan daya guna fauna Nusantara. Biar juga masyarakat internasional juga tahu terhadap informasi ini,” tuturnya.

Untuk jenis koleksi yang tercatat di museum tersebut adalah sebanyak 954. “Burung ada 211, mamalia ada 88, reptil dan ampibi ada 92, ikan ada 55, moluska 243, udang/kepiting ada sekitar 3, dan serangga berjumlah 262,” paparnya.

Meski demikian, ia juga mengaku bahwa koleksi di museum tersebut masih terbilang minim. Hal tersebut dikarenakan untuk di Indonesia sendiri ada sekira 167.100 jenis fauna yang ada di Indonesia. “Sangat jauh memang perbandingannya. Banyak yang belum bisa tereksplore, di antaranya untuk jumlah burung sendiri ada 1.602, mamalia ada 707, reptil dan ampibi ada 1.112, ikan ada 5.472, moluska ada 5.170, udang/kepiting ada 1.200, dan serangga ada 151.847,” imbuhnya.

Karena itu, pihaknya pun terus berusaha untuk memperbaiki serta melengkapi kekurangan yang ada. Dan juga, ia berharap pemerintah mau lebih memerhatikan keberadaan dan kelengkapan Museum Zoologi. “Harapan saya, ya, itu. Semoga saja,” harapnya.



Noer Ardiansjah

YOU MAY ALSO LIKE