Leker, Kue Tradisional Legendaris Enam  Zaman Tri Suyanto, generasi penerus kuel leker Gajahan. (MP/Win)

Kue leker Gajahan, kue tradisional yang saat ini dikelola oleh keluarga Bp Fatoni di Kawasan Gajahan, Danukusumo, Kota Solo, Jawa Tengah, adalah kue legendaris 6 zaman. Yaitu mulai dari zaman Presiden Soeharto, BJ Habibie, Gus Dur, Megawati, Susilo Bambang Yudoyono (SBY), dan sekarang ini Joko Widodo (Jokowi).

Fatoni, yang merintis usaha keluarga ini mulai dari berjualan keliling pada tahun 1969, yaitu pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Namun pada tahun 1998, pasca lengsernya Presiden Soeharto, ia mulai berjualan menetap, dengan mendirikan kedai di kawasan Gajahan, Danuksumo, Kota Solo. Itu juga yang membuat orang-orang menyebutnya Kue Leker Gajahan, karena berjualan di kawasan Gajahan.

“Usia bapak semakin tua, sehingga tidak mungkin kalau terus berjalan. Dan saat tahun 1998, kalau tidak salah setelah reformasi, kami menetap berjualan di kawasan Gajahan,” ujar Tri Suyanto, salah seorang putra Fatoni yang meneruskan berjualan kue leker di Gajahan kepada merahputih.com.

Selain di Kawasan Gajahan, Danukusumo, kue leker Fatoni yang diteruskan oleh enak-anaknya ini juga berkembang ke beberapa tempat. Saat ini ada empat lapak di beberapa sudut Kota Solo.

“Waktu itu kalau tidak salah mulai tahun 2010, mulai membuka cabang. Yang berjualan itu ya anak-anaknya sendiri,” katanya.

Kini, kue leker Bp Fatoni sudah 45 tahun eksis di Kota Solo. Eksistensinya dalam mengembangkan usaha kue tradisional ini adalah sebagai bentuk komitmennya dalam meletarikan kue tradisional yang saat ini semakin ketat bersing dengan aneka kue modern dan semi modern, bahkan makanan siap saji yang hampir tersebar di setiap sudut kota.

Artikel ini berdasarkan liputan Win, kontributor merahputih.com yang bertugas di wilayah Kota Solo dan sekitarnya.



Widi Hatmoko

LAINNYA DARI MERAH PUTIH