Legenda Raden Mas Arya di Teluk Kiluan Lampung Perahu katir berjejer di Pantau Teluk Kiluan. (MP/Rizki Fitirnato)

Teluk Kiluan yang berlokasi di kawasan pantai Pekon (desa) Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Lampung, ternyata memiliki legenda yang sampai saat ini masih dipercaya oleh masyarakat daerah tersebut. Legenda tentang Teluk Kiluan ini juga menjadi salah satu kekayaan budaya masyarakat daerah ini.

Legenda tentang Teluk Kiluan ini berawal saat era runtuhnya Kerajaan Majapahit dan masuknya Islam di Indonesia. Di kawasan yang awalnya sebuah Umbul atau perladangan masyarakat Pekon Bawang ini, ada seorang pendatang yang sangat tinggi kesaktiannya. Dia bernama Raden Mas Arya. Ada dua versi yang menyebut asal-usul Raden Mas Arya ini. Versi pertama mengatakan berasal dari Banten, namun versi lainnya ia berasal dari Malaka.

Salah satu kesaktian yang dimiliki oleh Raden Mas Arya adalah, ia bisa mengetahui kapan ajalnya tiba. Suati hari, ada seorang yang tidak kalah saktinya ingin mengajaknya berduel. Orang ini disebut-sebut sebagai seorang jawara, guru silat dari Kota Agung, sebuah tempat yang saat ini menjadi nama salah satu wilayah kecamatan di Kabupaten Tanggamus.

Sebelum mereka duel adu kesaktian, Raden Mas Arya memiliki firasat jika ia bakal mati dalam pertarungan tersebut. Karena, sebelum mereka bertanding adu kanuragan, orang yang menantangnya berduel ini sudah diketahui oleh Raden Mas Arya, jika ia telah lebih dulu tahu kelemahan Raden Mas Arya.

Dari situlah, sebelum ia bertarung, Raden Mas Arya berpesan dengan orang sakti si guru silat tersebut, agar jika ia tewas dalam pertarungan itu, ia dimakamkan di sebuah pulau yang saat ini dikenal sebagai Pulau Teluk Kiluan. Dan, ternyata benar, Raden Mas Arya mati dalam pertarungan itu.

Jika pengunjung datang ke Pulau Kiluan, dan melihat ada gundukan batu yang berada di tepat yang lebih tinggi, itu dipercaya sebagai makam Raden Mas Arya.

Menurut salah seorang aktivis Yayasan Cinta Kepada Alam (Cikal) Yeye, hingga saat ini legenda tersebut masih dipercaya oleh masyarakat di sekitar Teluk Kiluan. Bahkan, makam tersebut menjadi makam yang dikeramatkan. Pada waktu-waktu tertentu, kata Yeyek, di bukit di tengah pulau itu sering dijadikan tempat untuk ritual.

"Legendanya seperti itu, tapi yang harus dijaga adalah kelestarian pulau beserta seluruh habitat laut di kawasan itu sebagai daya tarik wisata pulaunya," katanya.

Saat ini, kawasan tersebut menjadi salah satu destinasi wisata favorit di daerah Lampung. Di kawasan pantai ini terdapat ratusan lumba-lumba, habitat penyu hijau dan penyu sisik. Selain itu, hutan di sekitar Pulau Teluk Kiluan ini juga terdapat habitat siamang, simpai dan kukang. Ratusan jenis burung yang hidup di alam bebas di kawasan wisata tersebut, juga menjadi salah satu daya tarik wisata di Teluk Kukang.



Widi Hatmoko

LAINNYA DARI MERAH PUTIH