Lahir dari Cerita Dongeng, 5 Tempat Ini Dijadikan Sebagai Objek Wisata Malin Kundang (rinaldimunir.wordpress.com)

Tepat hari ini, 20 Maret 2017 menjadi hari yang disebut sebagai "World Storytelling Day" atau Hari Dongeng Internasional. Peringatan hari dongeng sedunia ini berawal dari hari nasional mendongeng di Swedia. Pada masa itu, kegiatan tersebut berlangsung pada 20 Maret, yang disebut “Alla berattares dag” (All storytellers day).

Pada 20 Maret tahun 1997, para pendongeng di Perth, Australia Barat mengggelar "Celebration of Story", sebagai "International Day of Oral Narrators". Di masa yang sama, di Meksiko dan negara lainnya di Amerika Selatan, 20 Maret juga telah diperingati sebagai "National Day of Storytellers".

Nah, ngomongin soal dongeng, Indonesia juga dikenal sebagai salah satu negara yang kaya wisata alam dan budayanya termasuk dengan cerita-cerita dongeng yang melegenda. Entah bagaimana cerita-cerita itu sudah ada sejak nenek moyang kita dahulu yang hingga kini dapat kita kunjungi karena dijadikan sebagai objek wisata.

Mungkin sebagian orang masih banyak yang tidak percaya dan seolah cerita tersebut itu tidak benar adanya. Namun, pada kenyataannya itu bukan sebuah tahayul karena keberadaan tempat-tempat memang nyata. Berikut ini beberapanya, yuk simak:

5. Danau Toba, Sumatera Utara

Instagram @ocnmato
Instagram @ocnmato

Siapa yang tidak kenal dengan Danau Toba. Danau yang berada di Wilayah Sumatera Utara ini menjadi salah satu danau terbesar di Indonesia. Menurut pakar ilmiah, danau Toba terbentuk karena adanya letusan gunung supervolcano (gunung berapi super) yang meletus pada 75.000 tahun silam. Letusan gunung supervolcano ini diperkirakan berlangsung selama 1 minggu dengan tinggi abu mencapai 10 Kilometer hingga menyebar ke wilayah China dan Afrika Selatan.

Namun jika menurut cerita dongeng, danau ini bermula dari cerita seorang petani miskin bernama Toba, yang kala itu dirinya mendapat ikan mas yang cantik. Karena bentuknya tidak biasa ia membawa ikan mas itu pulang. Ketika tiba di rumah, ikan itu berubah menjadi wanita cantik.

Ikan itu merupakan ikan hasil kutukan para dewa kepada gadis cantik karena melanggar hukum. Si ikan memohon kepada Toba agar ia merahasiakan perihal itu, Toba pun setuju dengan syarat si ikan mau menikah dengan Toba, dan sang ikan pun setuju dengan persyaratannya.

Tak beberapa lama mereka dikaruniai anak yang diberi nama Samosir. Pada suatu hari, Samosir disuruh ibunya pergi mengantar bekal untuk ayahnya yang sedang bertani,. Awalnya Samosir menolak, tetapi dia tetap berangkat. Saat di tengah perjalanan Samosir berhenti dan memakan sebagian bekal ayahnya.

Samosir un sampai ke ladang dan memberikan bekal kepada ayahnya. Sang ayah marah besar karena makan siangnya terlambat dan tinggal sedikit,. Secara sadar si ayah itu membentak anaknya, "Dasar anak keturunan ikan kurang ajar!". Samosir pun menangis dan berlari menuju ibunya.

Setelah bertemu dengan ibunya, dia bertanya apakah benar dirinya memang keturunan ikan. Sang ibu pun marah karena Toba mengingkari janjinya. Dia pun menghilang. Sejak saat itulah, air sungai mulai meluap dan hujan deras 7 hari 7 malam mengguyur desa itu, Toba akhirnya meninggal dalam luapan air sungai.

Desa sekitarnya pun ikut tenggelam dan membentuk telaga besar yang terisi air. Hingga akhirnya terbentuklah danau yang diberi nama Toba dan pulau yang di tengahnya bernama Samosir.

4. Sendang Bidadari, Jawa Tengah

Google.com
Google.com

Mungkin sebagian orang masih banyak yang belum mengetahui bahwa salah satu tempat wisata ini bermula dari cerita dongeng Jaka Tarub. Tempat wisata yang berawal dari nama Belik Bidadari dan Jaka Tarub ini sekarang menjadi Sendang Nur Cahyo atau Sendang Bidadari. Yaitu salah satu objek wisata yang terdapat di desa Daren, kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Kisahnya pun bermula tentang seorang janda bernama Mbok Randha Tarub. Sejak suaminya meninggal dunia, Mbok Randha mengangkat seorang bocah laki-laki sebagai anaknya yang diberi nama Jaka Tarub.

baca juga: Dongeng Jaka Tarub dan 7 Bidadari yang Melegenda

3. Candi Prambanan, Jawa Tengah

Candi Prambanan (matajatim)

Candi Prambanan merupakan salah satu candi yang terkenal dan berada di Jawa Tengah. Candi adalah tempat yang biasa digunakan sebagai sarana ibadah, peninggalan zaman purbakala dari agama hindu atau budha. Bangunan ini digunakan untuk menyembah dewa-dewi atau untuk memuliakan hindu/budha. Tetapi jika di Indonesia kata "candi" tidak hanya digunakan untuk menyebut tempat ibadah, tetapi juga sebagai peninggalan keraton.

Namun ternyata, candi ini dikenal oleh masyarakat sekitar dengan sebutan Roro Jonggrang. Menurut legenda, dahulu ada seorang pemuda yang gagah, perkasa, sakti dan kuat bernama Bandung Bondowoso. Dia ingin menikahi seorang putri yang cantik jelita bernama Roro Jonggrang. Tetapi cintanya tidak terkabulkan, karena kecurangan Roro Jonggrang.

Untuk lmengetahui kisahnya lebih panjang lagi, baca juga: Kisah Cinta Seribu Candi, Roro Jonggrang Dan Bandung Bondowoso

2. Tangkuban Perahu, Jawa Barat

Pinterest.com

Kalau Sahabat Merahputih ingin berkunjung ke Wilayah Jawa Barat, jangan lupa mampir ke tempat wisata yang satu ini. Ya, tempat wisata yang bernama Tangkuban Perahu. Menurut penduduk setempat, ternyata tempat wisata favorit ini memiliki cerita dongeng tentang seorang anak laki-laki bernama Sangkuriang yang ingin menikahi ibunya bernama Dayang Sumbi.

Tangkuban Parahu merupakan gunung berapi yang masih aktif, terletak 25-30 km di utara kota Bandung ke arah kota kecil Lembang. Perpaduan antara keindahan alam, dongeng populer, dan akses yang mudah dari Bandung menjadikan Tangkuban Parahu sebagai ikon wisata Jawa Barat.

Baca juga: Sangkuriang: Kisah Cinta Terlarang yang Melegenda

1. Pantai Air Manis, Sumatera Barat

rinaldimunir.wordpress.com

Nah, dan yang pertama pastinya pada tahu dong ini batu apa? Ya ini adalah batu Malin Kundang. Batu ini memiliki kisah legenda yang sangat gerkenal, yaitu kisahnya tentang anak lelaki yang durhaka pada ibunya. Batu ini berada tepatnya di Pantai Air Manis, Padang, Sumatera Barat. Pantai ini juga memiliki pasir yang berwarna coklat keputih-putihan yang terhampar luas dan landai . Obyek wisata ini sangat cocok untuk dijadikan tempat piknik, surfing ataupun camping.

Baca juga: Dongeng Malin Kundang: Petuah Rakyat Minang yang Mulai Meredup

Indonesia memang luar biasa ya, guys? Oiya, selamat hari Dongeng Internasional ya, semoga dongeng-dongeng di negara Indonesia tak pernah hilang dimakan waktu. Nah, karena sedang memperingati hari dongeng, yuk baca artikel selanjutnya mengenai: Selamat Hari Dongeng Sedunia



Zahrina Idzni

YOU MAY ALSO LIKE