Kuat Alibi, AL Terduga Penyiram Novel Dilepaskan Novel Baswedan menyapa wartawan saat akan dirujuk ke rumah sakit khusus mata di Jakarta, Selasa (11/4). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Polda Metro Jaya melepas seorang terduga penyiram air keras terhadap Novel Baswedan berinisial AL setelah ditangkap di Kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (9/5) lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Argo Yuwono mengaku, waktu pemeriksaan terhadap AL telah habis. Di mana sesuai protap, kepolisian mempunyai waktu 1x24 jam untuk memeriksa AL. Jika ditemukan unsur pidana, AL bisa langsung ditahan. Sebaliknya, jika tak ditemukan alibi-alibi dan fakta, AL harus dibebaskan.

"Kami tak menahan, tapi kami tetap akan membawa dia dan alibinya. Sehingga, dia alibinya (saat penyiraman) ia ada rumah, di tetangganya. Penyidik akan membawa yang diduga ini akan dicek alibinya," ujar Argo, Kamis (11/5).

AL merupakan terduga pelaku penyiraman air keras ke wajah Novel Bawsedan. Saat berada di Singapura, penyidik diberikan foto AL oleh Novel. Penyidik senior KPK itu meyakini, AL merupakan pelaku penyiraman.

AL sendiri merupakan saudara dari H, orang yang beberapa waktu lalu dicurigai polisi karena mondar-mandir di depan rumah Novel. Namun, alibinya tak terbukti, H merupakan seorang "mata elang". Polisi juga mencurigai M dan sempat memeriksanya, namun M juga tak memiliki bukti serta alibi kuat. Keduanya, baik M atau H dibebaskan.

Dari keterangan H dan AL, ditemukan fakta keduanya pernah bertemu. "Januari 2017 si AL ini bertemu dengan saksi H, Hasan. Dia memang saudaranya, kenal sejak di Ambon ketemu di sini. Di Kalibata mereka foto bersama dengan si Hasan. Foto itu biasalah saudaranya foto foto. Nah, foto itu ada di korban. Akhirnya diberikan ke penyidik," kata Argo.

Kepada penyidik, AL mengaku di Jakarta bukanlah pengangguran. "AL ini adalah karyawan sekuriti spa di jakarta," singkat Argo.

AL setiap hari bekerja di spa tersebut mulai dari pukul 15.00 WIB dan pulang 00.00 WIB. Namun, AL setiap hari tak langsung pulang tepat waktu. "Tapi memastikan dulu semua tamu pulang," katanya.

Malam sebelum kejadian penyiraman, tanggal 10 April, AL berada di rumah bersama saudaranya. "Besoknya tanggal 11 April, jam 12 siang dia masuk kantor dengan di antar saudaranya ke stasiun pasar minggu kemudian naik kereta. Turun di Stasiun Sawah Besar sambil jalan kaki. Pas pulang dia diantar sama temen satu kerja yang satu klub. Saat kami periksa dia belum ditemukan kalau pelakunya," kata Argo.

Saat ini, penyidik masih menyelidiki kebenaran alibi AL melalui telepon genggam yang dimilikinya. "Saat tanggal 11 handphone-nya dia ada di mana. Kami cek dia di mana. Seperti kami lakukan saat dua orang dicurigiai, kami sempat cek keberadaanya. Kami cek keberadaanya," ucap Argo. (Ayp)

Baca juga berita terkait pengangkapan terduga pelaku penyiraman terhadap Novel Baswedan dalam artikel: Polisi Periksa HP Terduga Penyerang Novel



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH